Jumat, 6 Maret 2026 - 16:00 WIB
Iran, VIVA –Presiden Amerika Serikat, Donald Trump mengatakan ingin terlibat dalam menentukan pemimpin tertinggi Iran pengganti Ayatollah Ali Khamenei yang tewas dalam serangan gabungan AS-Israel Sabtu pekan lalu. Dia mengaku memiliki hak dalam menentukan pemimpin Iran selanjutnya.
"Saya harus terlibat dalam penunjukan, seperti dengan Delcy (Rodriguez) di Venezuela," kata Trump kepada media Axios, dikutip Jumat 6 Maret 2026.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Trump menjelaskan bahwa ia tidak akan menerima pengganti yang melanjutkan kebijakan mendiang pemimpin tertinggi, memperingatkan bahwa ini akan menyeret AS kembali ke perang dalam lima tahun.
"Kami menginginkan seseorang yang akan membawa harmoni dan perdamaian ke Iran," katanya dalam sebuah wawancara telepon.
Menyusul dengan statement Trump itu, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi angkat bicara. Dia menyebut bahwa tidak ada hak Trump untuk ikut campur dalam pemilihan pemimpin tertinggi Iran berikutnya.
“Itu sepenuhnya urusan rakyat Iran, dan tidak ada pihak yang boleh mencampurinya,” tegasnya dikutip dari laman NBC News, Jumat 6 Maret 2026.
Seperti diketahui, kematian Khamenei meninggalkan kekosongan kekuasaan di Iran. Beredar berbagai rumor bahwa Mojtaba Khamenei, putra kedua dari pemimpin tertinggi sebelumnya, berpeluang dipilih sebagai penggantinya.
Hal ini berpotensi memicu kritik di dalam negeri Iran, karena pewarisan kekuasaan dari ayah ke anak merupakan ciri khas sistem monarki yang justru digulingkan dalam Revolusi Iran 1979, yang kemudian melahirkan Republik Islam Iran.
Araghchi mengatakan bahwa secara konstitusional sudah ada mekanisme yang mengatur proses penentuan pemimpin tertinggi yang baru.
“Ada banyak rumor yang beredar, tetapi kita harus menunggu Majelis Ahli memilih pemimpin tertinggi yang baru,” kata Araghchi. Ia juga menyebut proses itu kemungkinan memakan waktu lebih lama karena konflik yang masih berlangsung.
Majelis Ahli merupakan lembaga pemerintahan Iran yang beranggotakan 88 orang dan memiliki tugas memilih pemimpin tertinggi negara.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Araghchi kembali menegaskan bahwa berbagai rumor memang beredar luas, tetapi belum ada kepastian siapa yang akhirnya akan terpilih.
“Seperti yang saya katakan, banyak sekali rumor, tetapi tidak ada yang benar-benar tahu siapa yang akan dipilih pada akhirnya,” ujarnya.
Daftar Cadangan Energi di Negara-negara Asia, Jepang 254 Hari hingga Indonesia 23 Hari
Negara-negara Asia meyakinkan publik soal cadangan energi, dengan cadangan minyak dan gas yang cukup setidaknya untuk sebulan di tengah ketegangan Timur Tengah.
VIVA.co.id
6 Maret 2026

5 days ago
3










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5479806/original/021929400_1768990958-makanan_beku_sehat.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3429214/original/050982400_1618458325-dan-dealmeida-4aM_QE-HRLw-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500390/original/054028400_1770863825-IMG01145.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5124902/original/069816200_1738908499-glass-water-ai-generated.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5523066/original/035189100_1772787502-andi_campak.jpeg)

