Minggu, 23 Agustus 2026 - 00:33 WIB
VIVA - Mirza Fakhrul Islam Alamgir resmi menjadi Presiden Bangladesh yang baru usai diambil sumpah dalam upacara pelantikan di ibu kota Dhaka, Jumat, 21 Agustus 2026, seperti dikutip dari Anadolu Ajansi.
Penjabat Ketua Parlemen Bangladesh, Kaiser Kamal, memimpin pembacaan sumpah jabatannya di Banghabhaban, kediaman resmi presiden, di hadapan tamu negara seperti perdana menteri, anggota kabinet, dan anggota legislatif dari kubu oposisi.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Setelah diambil sumpah, presiden langsung memimpin pembacaan sumpah enam anggota baru di kabinet Perdana Menteri (PM) Tarique Rahman yang mencakup empat menteri dan dua menteri negara. Usai perombakan, kabinet Rahman kini memiliki 51 menteri, menurut lembaran negara yang diterbitkan Sabtu, 22 Agustus 2026.
Mirza Fakhrul Islam Alamgir, pemimpin Partai Nasional Bangladesh (BNP), terpilih sebagai Presiden ke-23 Bangladesh untuk masa jabatan lima tahun dalam pemilihan presiden (pilpres) pada 20 Agustus, mengalahkan Kolonel (Purn) Oli Ahmed, calon yang diusulkan pihak oposisi pimpinan Partai Jamaat-e-Islami.
Dalam pilpres tak langsung itu, Fakhrul menerima 255 suara dukungan anggota parlemen, sementara Ahmed hanya mendapat dukungan dari 88 anggota. Enam anggota legislatif abstain, dan satu kursi parlemen masih kosong.
Parlemen Bangladesh memiliki 300 kursi ditambah 50 kursi khusus anggota legislatif perempuan. Pilpres kali ini merupakan yang pertama digelar dalam 35 tahun, mengingat sebelumnya tidak pernah ada calon tandingan yang diajukan oposisi.
Mirza Fakhrul Islam Alamgir, yang kini berusia 78 tahun, menjadi pemimpin de facto BNP saat mendiang pemimpinnya, Khaleda Zia, dipenjara dan penjabat ketuanya saat itu, Tarique Rahman, mengasingkan diri di Inggris selama 17 tahun, terutama selama 15 tahun pemerintahan PM Sheikh Hasina.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Mohammed Shahabuddin yang terpilih sebagai presiden pada era pemerintahan Liga Awami pimpinan Sheikh Hasina mengundurkan diri pada 24 Juli lalu atas alasan kesehatan.
Ia mundur dua tahun sebelum genap menjabat selama lima tahun. Setelah mundurnya Shahabuddin, Ketua Parlemen Hafiz Uddin Ahmed naik menjadi presiden sementara.
Bangladesh Labrak Myanmar soal Rohingya
Bangladesh memprotes tindakan Myanmar yang melabeli etnis Rohingya sebagai “orang Bengali”, kelompok etnis utama di negara tersebut. Ternyata begini ceritanya.
VIVA.co.id
19 Agustus 2026

4 days ago
10
















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9310865/original/081850900_1785378315-cropped-2d7f636b-2380-40cc-a881-ea61c56069f5.jpg)

