Dukung Pelestarian Hoya, Kementan Kembangkan Kekayaan Plasma Nutfah Indonesia Agar Lebih Mendunia

1 week ago 18

Kamis, 13 Agustus 2026 - 14:46 WIB

Jakarta, VIVA Kementerian Pertanian memperkuat komitmen untuk mengembangkan kekayaan sumber daya genetik tanaman Indonesia, dimana salah satunya melalui pendaftaran varietas Hoya.

Kepala Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian (PVTPP), Leli Nuryati menjelaskan, upaya tersebut dilakukan untuk memastikan kekayaan varietas Hoya terdokumentasi, memiliki identitas, serta dapat dilestarikan dan dikembangkan secara berkelanjutan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Pendaftaran dokumentasi dan pelestarian varietas Hoya bisa dilakukan melalui sumber PVTPP secara online maupun offline," kata Leli dalam keterangannya, Kamis, 13 Agustus 2026.

Kepala Pusat PVTPP Kementan, Leli Nuryati

Komitmen itu juga ditunjukkan melalui penyerahan Tanda Daftar Varietas (TDV) Hoya, yang dirangkaikan dengan peluncuran buku Hoya Plantation: Plasma Nutfah Genetika yang Dihargai Dunia karya Hervia Latuconsina Budi. 

Kegiatan juga dilakukan seiring dengan pameran Hoya dan anggrek spesies, yang diselenggarakan Perkumpulan Pelestari Tanaman Hoya Indonesia (PPTHI).

Bagi Leli, pendaftaran varietas bukan sekadar kegiatan administratif maupun seremoni. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya mendokumentasikan, mengakui, melestarikan, dan mengembangkan kekayaan varietas tanaman Indonesia.

“Pendaftaran varietas bukanlah akhir, melainkan awal dari tanggung jawab untuk menjaga identitas, keberadaan, dan keberlanjutan varietas tersebut,” ujarnya.

Berdasarkan data Pusat PVTPP, hingga kini telah diterbitkan 25 Tanda Daftar Varietas Hoya atas nama Bupati Sleman. Sebanyak 10 varietas terdaftar pada 2024, lima varietas pada 2025 dan 10 varietas pada 2026. Adapun lima varietas yang terdaftar pada 2025 terdiri atas Arum Pethak, Keningar, Matasari, Re Surai, dan Kembang Roket.

Sementara 10 varietas yang terdaftar pada 2026 adalah Si Tangkai Merah, Juntai Pastika, Citra Manah, Patera Garib, Wangijambera, Meta Arunika, Dolipink, Katra Aruna, Manusa, dan Ronsina.

Leli menegaskan, varietas yang telah terdaftar harus terus dijaga, dikembangkan, dan dimanfaatkan secara berkelanjutan sehingga pendaftaran benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Selain memiliki nilai konservasi, Hoya juga menyimpan potensi ekonomi yang besar. Keragaman bentuk, warna, corak daun, dan bunga membuat tanaman ini memiliki daya tarik sebagai tanaman hias,” ujarnya.

Ketua Kelompok Pendaftaran dan Pelepasan Varietas Tanaman, Nani Suwarni mengatakan, kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, komunitas, pemulia, peneliti, pelestari dan pelaku usaha dinilai penting, untuk mendorong Hoya berkembang dari sekadar tanaman koleksi menjadi komoditas tanaman hias bernilai ekonomi dan berdaya saing.

Halaman Selanjutnya

“PPTHI yang telah berbadan hukum dan memiliki jejaring di berbagai daerah juga terus melakukan eksplorasi, identifikasi, perawatan dan dokumentasi Hoya. Dukungan BRIN turut diberikan dalam proses identifikasi dan pendokumentasian berbagai jenis Hoya,” ujarnya.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |