Efek Domino Selat Hormuz Diblokir Iran: Uni Eropa Melas-melas ke Rusia

5 days ago 3

Jumat, 6 Maret 2026 - 16:26 WIB

Jakarta, VIVA - Konflik Amerika Serikat (AS) dan Israel melawan Iran di Timur Tengah akan memaksa Uni Eropa untuk membatalkan rencananya meninggalkan gas alam Rusia pada tahun depan.

Menteri Energi Norwegia Terje Aasland menuturkan jika harga gas alam di Uni Eropa melonjak 75 persen pada pekan ini, atau mencapai level tertinggi dalam tiga tahun.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Lonjakan ini terjadi sebagai dampak dari kampanye perang AS dan Israel terhadap Iran dan serangan balasan Teheran ke seluruh Timur Tengah.

Serangan-serangan tersebut memaksa kapal tanker yang membawa gas alam cair (LNG) untuk sebagian besar berhenti melintasi Selat Hormuz dan menyebabkan Qatar, eksportir LNG terbesar kedua di dunia, menghentikan produksinya sejak Senin, 2 Maret 2026.

“Dengan situasi geopolitik yang kita lihat sekarang, saya yakin perdebatan [tentang dimulainya kembali impor gas alam Rusia] akan dihidupkan kembali. Mau tidak mau,” kata Aasland, seperti dikutip dari Reuters, Jumat, 6 Maret 2026.

Ia juga mencatat bahwa Norwegia, pemasok gas pipa terbesar Uni Eropa, sudah berproduksi dengan kapasitas penuh. Dengan begitu, tidak ada lagi produksi tambahan yang dapat dihasilkan.

Uni Eropa mendapatkan antara 5 hingga 15 persen dari total pasokan gas alam dari sumber-sumber di Timur Tengah, terutama Qatar. AS adalah pemasok LNG dominan dengan pangsa pasar 60 persen.

Sedangkan, pada Februari 2026, Uni Eropa sepakat untuk melarang semua impor gas alam dari Rusia, yang dahulu merupakan pemasok terbesar blok tersebut, pada akhir 2027, seperti dilansir dari Bloomberg.

Langkah ini dirancang untuk disetujui oleh "mayoritas yang diperkuat" dari negara-negara yang menggunakan undang-undang perdagangan dan energi, bukan sebagai tindakan sanksi yang membutuhkan persetujuan bulat.

Uni Eropa sudah berulang kali menghadapi lonjakan biaya energi sejak mengurangi impor minyak Bumi dan gas alam Rusia menyusul eskalasi konflik Ukraina pada Februari 2022.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Anggota yang tidak memiliki akses ke laut, Hungaria dan Slovakia, telah menentang langkah tersebut, mengancam akan menggugat larangan tersebut di pengadilan.

Goldman Sachs memperkirakan bahwa penghentian pengiriman selama satu bulan melalui Selat Hormuz dapat menyebabkan harga gas alam di seluruh Eropa naik hingga 130 persen dari level saat ini, sehingga memberikan tekanan baru pada rumah tangga dan industri.

Halaman Selanjutnya

Presiden AS Donald Trump mengindikasikan bahwa operasi militer terhadap Iran dapat berlanjut selama beberapa minggu ke depan.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |