Ekspor 2.280 Ton Beras ke Arab Saudi, Akademisi Sebut Bukti Swasembada RI Berkelanjutan

4 days ago 8

Sabtu, 7 Maret 2026 - 13:07 WIB

Jakarta, VIVA – Langkah pemerintah Indonesia mengekspor beras perdana sebanyak 2.280 ton ke Arab Saudi mendapat apresiasi dari kalangan akademisi. Ekspor tersebut dinilai menjadi indikator kuat bahwa produksi beras nasional telah mencapai tingkat swasembada yang berkelanjutan.

Rektor Perbanas Institute, Hermanto Siregar, menyatakan keberhasilan ekspor beras tersebut tidak lepas dari peningkatan signifikan produksi padi nasional sepanjang periode 2025–2026.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurutnya, surplus beras Indonesia tahun ini diperkirakan mencapai sekitar 17 juta ton, yang disebut sebagai pencapaian terbesar dalam sejarah produksi beras nasional.

“Produksinya luar biasa bagus. Swasembada tahun ini merupakan yang terkuat sepanjang sejarah, dan stok beras pemerintah telah mencapai 4,2 juta ton,” ujar Hermanto, Kamis (5/2/2026).

Pelepasan ekspor beras Nusantara ke Arab Saudi untuk jemaah Haji Indonesia

Produksi Tinggi Buka Peluang Ekspor

Hermanto menilai, dengan produksi yang meningkat dan cadangan beras pemerintah yang kuat, Indonesia kini tidak hanya mampu menjaga ketahanan pangan domestik, tetapi juga mulai memperluas perannya di pasar global melalui ekspor komoditas beras.

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa keberhasilan swasembada tidak boleh hanya tercermin dari angka produksi semata. Menurutnya, keberhasilan tersebut harus berdampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan petani.

“Ini yang kita tunggu, sehingga ke depan apa yang dilakukan petani benar-benar bisa kembali ke petani. Harus ada dampak nyata terhadap pemasukan dalam negeri dan kesejahteraan para petani,” tegasnya.

Ia berharap momentum ekspor beras ini dapat terus dijaga melalui kebijakan yang konsisten, penguatan sistem distribusi, serta pengelolaan cadangan pangan yang baik.

“Harus dijaga agar swasmebada tetap berkelanjutan,” katanya.

Pengamat IPB: Ekspor Beras Jadi Tonggak Penting

Pandangan serupa disampaikan pengamat pertanian dari IPB University, Prima Gandhi. Ia menilai ekspor beras perdana tahun 2026 sebanyak 2.280 ton ke Arab Saudi merupakan langkah strategis bagi Indonesia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurutnya, ekspor tersebut menjadi catatan penting dalam perjalanan Indonesia mencapai swasembada pangan nasional, sekaligus menunjukkan keberlanjutan program peningkatan produksi pertanian yang dijalankan pada masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

“Ekspor ini adalah bukti nyata bahwa swasembada beras Indonesia tidak bersifat sementara, tetapi terus berjalan secara berkelanjutan dan produktif,” katanya.

Halaman Selanjutnya

Prima menambahkan bahwa ekspor beras memiliki nilai strategis dalam menjaga stabilitas ketahanan pangan sekaligus mendukung keseimbangan neraca perdagangan nasional.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |