Jakarta, VIVA – Elektabilitas Partai Amanat Nasional (PAN) mencapai 5,6 persen dalam survei Parameter Politik Indonesia (PPI). Angka tersebut menempatkan PAN di posisi kedelapan dalam peta elektabilitas partai politik hasil survei PPI.
Direktur Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno, mengatakan survei tersebut dilakukan pada 20 Juli hingga 3 Agustus 2026 melalui metode face to face interview terhadap 1.200 responden yang tersebar di 38 provinsi, 116 kabupaten/kota, 120 kecamatan, serta 120 desa/kelurahan.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Survei tersebut memiliki margin of error ±2,8 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.
Adi Prayitno menjelaskan sejumlah alasan yang mendorong masyarakat memilih PAN.
Menurut Adi, faktor utama di antaranya adalah kinerja PAN yang dinilai dirasakan masyarakat sebesar 11,7 persen, kualitas tokoh partai sebesar 10 persen, serta pengalaman masyarakat menerima bantuan sebesar 8,3 persen.
Menanggapi hasil survei tersebut, Ketua Umum Barisan Muda Penegak Amanat Nasional (BM PAN), Slamet Ariyadi, menyambut positif capaian elektabilitas PAN. Namun, ia menegaskan hasil tersebut tidak boleh membuat kader terlena.
“Angka 5,6 persen tentu menjadi kabar baik bagi seluruh keluarga besar PAN. Tetapi ini bukan alasan untuk berpuas diri. Justru ini harus menjadi energi baru untuk bekerja lebih keras dan semakin dekat dengan rakyat,” ujar Slamet Ariyadi, dalam keterangan tertulisnya, Rabu, 16 September 2026.
Menurutnya, hasil survei PPI menunjukkan adanya respons positif masyarakat terhadap keberadaan dan kerja nyata PAN. Karena itu, kepercayaan tersebut harus dijawab dengan aksi konkret yang manfaatnya dapat dirasakan langsung.
“Bagi kami, survei bukan sekadar angka. Di balik angka itu ada kepercayaan masyarakat. Tugas kita adalah menjaga kepercayaan tersebut dengan terus hadir, mendengar aspirasi, membantu masyarakat, dan memperjuangkan kepentingan rakyat,” tegasnya.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Slamet menilai kerja politik PAN harus terus diarahkan pada upaya menghadirkan solusi atas persoalan yang dihadapi masyarakat. Menurutnya, politik tidak cukup hanya dilakukan melalui wacana, tetapi harus diwujudkan dalam kerja nyata di tengah masyarakat.
“PAN harus menjadi partai yang hadir ketika rakyat membutuhkan. Kita harus turun, mendengar langsung persoalan masyarakat, kemudian mencari jalan keluar dan memperjuangkannya melalui kerja politik,” katanya.
Halaman Selanjutnya
Sebagai Ketua Umum BM PAN, Slamet juga mendorong generasi muda PAN untuk mengambil peran lebih besar dalam memperkuat kehadiran partai di tengah masyarakat.

2 hours ago
1











