Jakarta, VIVA – Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni mengungkap adanya tren peningkatan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) setiap akhir pekan.
Kondisi itu terjadi meski petugas telah berupaya memadamkan kebakaran di sejumlah titik.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
“Setiap kali sudah padam, masih ada orang yang mau main api untuk kembali membakar. Dan ternyata mulai ada trennya itu,” kata Raja Juli di Gedung DPR, Jakarta Pusat, Rabu, 16 September 2026.
Dia menjelaskan tren pembakaran lahan secara sengaja kerap dilakukan setiap akhir pekan.
“Trennya itu selalu naik kalau weekend, kalau akhir pekan. Hari Jumat, Sabtu, Minggu itu selalu naik," ujar Raja Juli.
Raja Juli mengatakan kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah di tengah fenomena El Nino yang kuat. Menurut dia, karhutla masih berpotensi terjadi hingga Oktober atau awal November.
Dia meminta masyarakat, baik perorangan maupun petani, serta korporasi untuk tidak melakukan pembakaran lahan selama periode El Nino.
“Saya mohon diimbau kepada masyarakat perorangan, petani, maupun korporasi untuk tidak main api di masa El Nino yang sangat kuat ini,” katanya.
Raja Juli pun menyinggung soal perjuangan petugas di lapangan untuk menangani karhutla. Dia menyebut Manggala Agni Kementerian Kehutanan bersama TNI-Polri, BNPB, dan BPBD terus bekerja keras memadamkan api.
Menurutnya, upaya pemadaman menjadi sia-sia apabila kebakaran kembali muncul akibat pembakaran baru.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
“Ketika mereka sukses memadamkan di satu titik, tahu-tahu sudah terbakar lagi di tempat yang lain,” jelas Raja Juli.
tvOnenews.com/Syifa Aulia
Menhut Ungkap Awal Musim Hujan Diprediksi Bulan November, Modifikasi Cuaca Jadi Fokus Utama Atasi Karhutla
Menhut menyebut pemerintah akan memaksimalkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Pulau Kalimantan.
VIVA.co.id
16 September 2026

2 hours ago
2











