Jakarta, VIVA – Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut terus memacu upaya penanganan insiden KMP Virgo Transport 8, mulai dari mendukung proses pencarian dan pemantauan hingga penanganan korban dan keluarga pascakejadian.
Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Muhammad Masyhud menjelaskan, hingga saat ini, sebanyak 114 orang dari total 243 orang telah ditemukan. Dari jumlah tersebut, 108 orang ditemukan dalam kondisi selamat dan 6 orang meninggal dunia, sementara 129 orang lainnya masih dalam proses pencarian.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Dari 114 orang yang telah ditemukan, sebanyak 86 orang telah tiba di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin, terdiri atas 85 orang selamat dan 1 orang meninggal dunia.
Sebanyak 22 korban selamat yang sebelumnya berada di KM Cahaya Bahari, telah dievakuasi menggunakan KRI Nala-363 dan tiba di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin.
Untuk mendukung upaya pencarian, Ditjen Perhubungan Laut telah menerbitkan dan menyiarkan Notice to Mariners (NTM) kepada kapal-kapal yang berlayar di sekitar wilayah operasi. Melalui pemberitahuan tersebut, kapal yang berada atau melintas di sekitar lokasi diminta meningkatkan kewaspadaan dan turut membantu melakukan penyisiran.
"Apabila menemukan korban atau informasi terkait, kapal diminta segera melaporkannya kepada KSOP, Vessel Traffic Service (VTS), Stasiun Radio Pantai (SROP), atau pihak terkait lainnya," ujarnya.
Masyhud mengatakan, seluruh dukungan tersebut dilakukan untuk memperkuat koordinasi dan membantu proses pencarian korban, yang hingga saat ini masih berlangsung.
“Kami terus berkoordinasi dengan seluruh unsur terkait dan mengoptimalkan dukungan yang dimiliki Ditjen Perhubungan Laut untuk membantu proses pencarian. Keselamatan seluruh unsur yang terlibat tetap menjadi perhatian utama dalam pelaksanaan operasi,” ujar Masyhud.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Selain itu, Ditjen Perhubungan Laut terus melakukan pemantauan dan komunikasi melalui VTS dan SROP. Kapal Negara Kenavigasian KN Kunyit juga dikerahkan, sebagai relay komunikasi radio antara kapal-kapal di lokasi operasi dengan SROP. Hal itu mengingat jarak lokasi menyebabkan sebagian kapal tidak dapat melakukan transmisi radio secara langsung.
“Dukungan komunikasi dan pemantauan terus kami optimalkan agar koordinasi dan pertukaran informasi antara kapal-kapal di lokasi dengan petugas di darat dapat berjalan dengan baik selama proses pencarian berlangsung,” ujar Masyhud.
Halaman Selanjutnya
Dalam penanganan korban dan keluarga pascakejadian, Kemenhub turut mendampingi PT Jasa Raharja dalam penyerahan santunan kepada ahli waris korban meninggal dunia dalam insiden KMP Virgo Transport 8 yang mengalami kecelakaan saat berlayar pada rute Surabaya–Banjarmasin.

1 hour ago
3











