VIVA –Proses pencarian dan evakuasi penumpang kapal Virgo Transport 8 masih berlangsung di perairan Laut Jawa. Hingga Minggu siang, sebanyak 103 penumpang berhasil dievakuasi.
"Ada penumpang-penumpang yang sampai dengan pukul 12.00 sudah berhasil terevakuasi. Dapat kami informasikan bahwa total penumpang yang berhasil terevakuasi 103 orang," kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Banjarmasin, I Putu Sudayana dikutip dari tayangan YouTube, Minggu 13 September 2026.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Aadapun rincian kapal yang berhasil mengevakuasi penumpang Kapal Virgo Transport 8 antara lain TB Mauhaw IX yakni 16 orang (15 selamat, 1 meninggal dunia), TB TCP yakni 38 orang (seluruhnya selamat) dan MV Haida yakni 49 orang (seluruhnya selamat).
Sudayana mengatakan proses evakuasi berlangsung di tengah kondisi gelombang laut yang cukup tinggi. Berdasarkan laporan yang diterima dari nakhoda KN SAR Laksamana, ketinggian gelombang di sekitar lokasi kejadian mencapai 2 hingga 2,5 meter.
"Kami dapat laporan dari nahkoda KN SAR Laksamana tinggi gelombang di lokasi kejadian antara 2-2,5 meter," kata dia.
Kondisi gelombang yang cukup tinggi tersebut juga menjadi tantangan bagi tim SAR dalam melakukan proses pencarian dan penyelamatan. Menurut Sudayana, kondisi itu membuat upaya evakuasi menjadi lebih berisiko.
Meski demikian, Basarnas akan memprioritaskan penggunaan kapal berukuran lebih besar untuk mendukung proses pencarian dan evakuasi. Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi tingginya gelombang di lokasi.
"Jadi sangat-sangat berisiko dan sangat riskan. Untuk kapal-kapal kami yang dari Basarnas yang ukurannya 40 meter itu sudah sangat berisiko. Nah kemudian kapal-kapal lain yang ukurannya akan lebih kami prioritaskan untuk upaya pencarian di lapangan," kata dia.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Kapal Virgo Transport 8 dikabarkan hilang kontak di perairan Laut Jawa saat berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin. Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Kelas A Banjarmasin I Putu Sudayana mengatakan, kapal tersebut berangkat dari Pelabuhan Surabaya pada Sabtu, 12 September 2026, pukul 10.13 GMT.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Putu menjelaskan bahwa mulai tidak dapat dihubungi Minggu dini hari, 13 September 2026 sekitar pukul 02.00 WITA setelah sebelumnya menghadapi kondisi cuacara buruk di tengah perjalanann.
"Posisi terakhir kapal yang diterima berada sekitar 80 mil laut dari Dermaga SAR Basirih, Banjarmasin," kata dia.
Halaman Selanjutnya
Kantor SAR Kelas A Banjarmasin kemudian menerima laporan kapal tersebut hilang kontak pada pukul 04.10 WITA dari General Manager PT Virgo Yoel Rihi. Menindaklanjuti laporan tersebut, Kantor SAR Banjarmasin melakukan operasi pencarian ke lokasi perkiraan posisi terkahir kapal pada pukul 04.30 WITA.

21 hours ago
9













