Fakta Mengejutkan Xavi Hernandez Usai Resmi Latih Timnas Belanda

1 week ago 2

Kamis, 13 Agustus 2026 - 17:08 WIB

VIVA – Xavi Hernandez resmi memulai petualangan baru sebagai pelatih Timnas Belanda. Legenda Barcelona itu ditunjuk menggantikan Ronald Koeman dan langsung mencatat sejarah bersama De Oranje.

Xavi resmi menandatangani kontrak dengan Federasi Sepak Bola Belanda (KNVB) hingga Piala Dunia 2030. Penunjukan tersebut menjadi bagian dari rencana Belanda membangun tim dengan karakter menyerang serta mengutamakan penguasaan bola.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Namun, ada fakta menarik di balik penunjukan Xavi. Pelatih asal Spanyol tersebut menjadi pelatih asing pertama yang menangani Timnas Belanda dalam 48 tahun terakhir.

Sebelumnya, posisi tersebut terakhir kali ditempati pelatih asing pada Piala Dunia 1978. Kala itu, Belanda ditangani Ernst Happel, pelatih asal Austria yang berhasil membawa De Oranje melaju hingga partai final.

Setelah hampir lima dekade, Xavi akhirnya memutus tradisi panjang Belanda yang lebih sering mempercayakan posisi pelatih kepada juru taktik lokal.

Menariknya, Xavi merasa memiliki ikatan tersendiri dengan sepak bola Belanda. Ia mengaku banyak dipengaruhi filosofi Johan Cruyff dan Rinus Michels selama menjalani pendidikan di akademi Barcelona.

"Merupakan suatu kehormatan besar untuk menjadi pelatih kepala tim nasional Belanda. Sebagai seseorang yang dibina di akademi FC Barcelona, dengan pengaruh kuat dari, antara lain, Johan Cruyff dan Rinus Michels, saya merasa memiliki hubungan khusus dengan sepak bola Belanda," kata Xavi dikutip dari laman KNVB.

"Bisa dibilang, saya adalah putra sepak bola Belanda," lanjutnya.

Selain Cruyff dan Michels, Xavi juga menyebut Louis van Gaal serta Frank Rijkaard sebagai sosok yang memberikan pengaruh besar dalam perjalanan kariernya.

Van Gaal bahkan menjadi pelatih yang memberikan Xavi kesempatan menjalani debut bersama tim utama Barcelona pada 1998.

Bukan Sosok Sembarangan

Sebagai pemain, Xavi merupakan salah satu gelandang terbaik dalam generasinya. Ia menghabiskan 17 musim bersama Barcelona dan menjadi bagian penting dari era kejayaan klub asal Catalunya tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Bersama Barcelona, Xavi memenangkan delapan gelar La Liga dan empat trofi Liga Champions.

Prestasinya bersama Timnas Spanyol juga tidak kalah mengilap. Xavi menjadi bagian dari generasi emas La Roja yang berhasil menjuarai Piala Eropa 2008, Piala Dunia 2010, dan Piala Eropa 2012.

Halaman Selanjutnya

Kini, tantangan berbeda menanti Xavi. Ia harus membuktikan kemampuannya sebagai pelatih di level tim nasional.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |