Purwakarta, VIVA – Farizon mulai memperluas langkahnya di pasar kendaraan komersial listrik Indonesia. Tidak hanya menjual produk, merek asal China tersebut kini memulai perakitan lokal melalui model V8E.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi Farizon untuk membangun bisnis kendaraan komersial energi baru yang lebih terintegrasi di pasar internasional. Indonesia menjadi salah satu negara yang mendapat perhatian, seiring meningkatnya kebutuhan kendaraan niaga yang lebih efisien dan rendah emisi.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
CEO Farizon New Energy Commercial Vehicle Group, Mike Fan, mengatakan ekspansi global perusahaan tidak sekadar dilakukan dengan mengirim produk dari China ke negara tujuan.
Menurutnya, Farizon ingin membangun ekosistem lokal yang mencakup manufaktur, rantai pasok, pengembangan produk, hingga layanan purnajual.
"Globalisasi bukan sekadar output produk. Kami harus membuka pasar lokal dan membangun ekosistem sesuai kebutuhan pasar tersebut," ujar Mike Fan di Purwakarta, Jawa Barat, Kamis 13 Agustus 2026.
V8E menjadi model pertama yang masuk tahap perakitan lokal di Indonesia. Setelah itu, Farizon juga menyiapkan F3E untuk menyusul dalam pengembangan produksi lokal.
Langkah tersebut dinilai penting karena karakter kendaraan komersial sangat berbeda dengan mobil penumpang. Produk yang digunakan untuk kebutuhan bisnis harus mampu menyesuaikan dengan pola operasional serta kebutuhan konsumen di masing-masing daerah.
Mike Fan menambahkan, langkah Farizon di Indonesia merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk memperkuat pasar internasional dalam 10 tahun ke depan.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur PT Arista Auto Elektrindo, Christoforus Ronny, mengatakan kendaraan listrik komersial masih berada pada tahap awal di Indonesia. Karena itu, perusahaan tidak ingin hanya menunggu sampai konsumen benar-benar memahami teknologi tersebut.
"Kami baru mulai. Kami mencoba membuktikan kepada pemerintah bahwa kendaraan listrik komersial juga akan menjadi salah satu pemain utama," kata Christoforus.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Menurutnya, pemerintah juga diharapkan memberikan dukungan terhadap pengembangan kendaraan komersial listrik, termasuk melalui insentif yang selama ini lebih banyak dirasakan oleh kendaraan listrik penumpang.
Selain kebijakan, persoalan lain yang masih menjadi perhatian adalah infrastruktur pengisian daya atau SPKLU. Christoforus mengatakan saat ini belum tersedia fasilitas pengisian yang secara khusus ditujukan untuk kendaraan komersial listrik dalam jumlah besar.
Halaman Selanjutnya
Meski begitu, kebutuhan tersebut bergantung pada jenis kendaraan. Untuk Farizon V8E, misalnya, kendaraan masih dapat menggunakan infrastruktur SPKLU yang sudah tersedia.

1 week ago
19
















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9310865/original/081850900_1785378315-cropped-2d7f636b-2380-40cc-a881-ea61c56069f5.jpg)

