Jakarta, VIVA – Fitur identifikasi barang berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) mulai masuk ke Indonesia. Salah satu penyedia layanan ekspres internasional mulai memakai fitur canggih tersebut.
Senior Technical Advisor DHL Express Indonesia Ahmad Mohamad mengatakan fitur ini menjadi yang pertama di industri pengiriman ekspres global yang memanfaatkan teknologi computer vision untuk menganalisis foto barang yang diunggah pelanggan dan secara instan menghasilkan deskripsi barang yang akurat serta sesuai dengan persyaratan kepabeanan.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Ia menyebutkan inovasi ini menyederhanakan salah satu tahapan paling kompleks dalam pengiriman internasional sehingga menjadi lebih mudah dan praktis bagi pelanggan.
"Seiring semakin banyaknya pelaku usaha Indonesia yang mencari peluang pertumbuhan di pasar internasional, kemampuan untuk memberikan informasi pengiriman yang akurat sejak awal menjadi semakin penting," kata dia dalam keterangan tertulisnya, Jumat, 14 Agustus 2026.
Ia menjelaskan penyusunan deskripsi barang yang memenuhi persyaratan kepabeanan kerap membutuhkan pengetahuan khusus serta pemilihan kata yang tepat.
Dengan mengintegrasikan teknologi AI ke dalam proses pemesanan pengiriman, pihaknya menghilangkan kerumitan tersebut, meningkatkan kualitas data, mengurangi risiko keterlambatan, serta membuat pengiriman internasional menjadi lebih mudah dan andal bagi pelanggan dengan berbagai tingkat pengalaman.
Ilustrasi Pengiriman Logistik
"Pelanggan cukup memotret barang yang akan dikirim menggunakan smartphone atau perangkat lain yang terhubung ke internet," katanya.
Sistem AI kemudian memproses gambar tersebut melalui model computer vision berbasis server untuk mengidentifikasi objek dan menghasilkan deskripsi barang yang terstruktur sesuai standar dokumentasi internasional dan ketentuan kepabeanan, hanya dalam hitungan detik.
Ia mengatakan deskripsi yang dihasilkan akan ditampilkan kepada pelanggan untuk ditinjau, diedit, atau disesuaikan sebelum pengiriman diajukan.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Implementasi ini menandai langkah penting dalam penerapan AI di sektor logistik sekaligus menjadi pertama kalinya teknologi identifikasi barang berbasis computer vision diintegrasikan secara langsung dalam alur pemesanan layanan ekspres internasional yang digunakan pelanggan dalam skala besar.
"Dengan satu foto, deskripsi barang sesuai ketentuan kepabeanan langsung tersedia, menyederhanakan proses sejak awal pengiriman. Meningkatkan akurasi data, mengurangi risiko keterlambatan, mempercepat proses kepabeanan, dan menghadirkan pengalaman pelanggan yang lebih baik," ujar dia.
Halaman Selanjutnya
Ia mengatakan bagi banyak pelaku usaha Indonesia, khususnya UMKM yang ingin memperluas pasar ke luar negeri, pemenuhan persyaratan kepabeanan masih menjadi salah satu tantangan dalam pengiriman internasional.

1 hour ago
3


















