Jaring Minat Investor Global, Bos Danantara Incar Family Office Dubai Masuk PFII

3 hours ago 5

Jumat, 14 Agustus 2026 - 21:39 WIB

Jakarta, VIVA – Chief Executive Officer (CEO) Danantara, Rosan Roeslani mengaku, pihaknya tengah menargetkan family office Dubai yang berpotensi besar menarik dana global untuk masuk ke PFII.

Namun, Rosan yang juga Menteri Investasi/Kepala BKPM itu mengatakan, penjajakan dengan investor dari Eropa dan Timur Tengah masih akan terus berupaya dilakukan oleh pihaknya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Saat ini Danantara diakuinya baru melakukan pertemuan dengan para investor dan family office dari kawasan Asia, yang sempat dilakukan di Nusa Dua, Bali beberapa waktu lalu.

"Karena kemarin yang kita temui itu baru investor atau family office yang dari Asia dulu. Belum yang Eropa, belum yang dari Timur Tengah," kata Rosan dalam Konferensi Pers RAPBN dan Nota Keuangan Tahun Anggaran 2027, di Kantor Pusat DJP, Jakarta, Jumat, 14 Agustus 2026.

Konpers RAPBN & Nota Keuangan TA 2027

Photo :

  • [Mohammad Yudha Prasetya]

Namun menurutnya, potensi besar justru datang dari Dubai. Rosan meyakini, sejumlah pihak dari pusat keuangan tersebut memang sudah menunjukkan minat terhadap rencana pembentukan PFII di Indonesia.

"Memang sebenarnya potensi yang besar tuh yang banyak yang dari Dubai. Yang mereka mau ini justru kemungkinan juga ada di kita," ujarnya.

Rosan mengatakan, PFII memang direncanakan untuk bisa banyak menarik family office, untuk bisa masuk dan menjaring dana global.

Dalam penyusunan kerangka pusat finansial tersebut, pemerintah juga memperoleh masukan dari Dubai International Financial Centre (DIFC) yang memiliki kerangka kerja yang baik.

"Iya memang rencananya paling banyak family office. Dan kalau kita lihat, memang ini yang kita juga banyak mendapat masukan juga dari DIFC karena mereka yang framework-nya juga sangat bagus," kata Rosan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Namun, Rosan menekankan bahwa salah satu prinsip utama dalam pembentukan PFII adalah independensi, yang mencakup pengelolaan, sistem pengadilan, hingga otoritas pengawas yang akan mendukung operasional pusat finansial internasional tersebut.

"Intinya, dari PFII itu semuanya memang harus independen. Jadi baik dari segi pengelolaannya udah pasti independen. Kemudian dari pengadilannya juga, walaupun tetap bersama dengan MA, itu tahap-tahapnya juga harus independen. Kemudian OJK-nya juga OJK independen," ujarnya.

BPI Danantara.

Danantara Buktikan Kinerja, Pesimisme Berubah Jadi Optimisme

Presiden Prabowo Subianto mengapresiasi langkah Danantara dalam melakukan perampingan jumlah badan usaha milik negara (BUMN) dan menghasilkan penghematan Rp 50 triliun

img_title

VIVA.co.id

14 Agustus 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |