Jumat, 14 Agustus 2026 - 21:30 WIB
VIVA –Presiden Rusia, Vladimir Putin baru saja melakukan kunjungan perdananya ke kepulauan Kuril. Menyusul dengan kunjungan Putin tersebut, pemerintah Jepang merespon keras, mengingat kepulauan Kuril merupakan wilayah yang disengketakan, lantaran kedua negara mengklaim memiliki pulau tersebut.
Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi menyebut tindakan Putin itu sama sekali tidak dapat diterima.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Melansir laman The Guardian, Jumat 14 Agustus 2026, di Jepang, kepulauan tersebut dikenal sebagai Northern Territories atau Wilayah Utara, sedangkan Rusia menyebutnya Southern Kurils atau Kuril Selatan. Kepulauan itu direbut Uni Soviet pada masa-masa akhir Perang Dunia II dan sejak saat itu menjadi sumber perselisihan antara Jepang dan Rusia.
Uni Soviet menyatakan perang terhadap Jepang pada Agustus 1945, ketika Tokyo tengah bersiap menyerah. Sengketa wilayah tersebut kemudian menjadi salah satu faktor yang membuat kedua negara hingga kini belum menandatangani perjanjian perdamaian secara resmi.
Takaichi mengatakan kepada wartawan di Tokyo bahwa kepulauan yang berada tak jauh dari Hokkaido itu merupakan bagian dari Jepang, baik berdasarkan sejarah maupun hukum internasional. Dia juga menilai kunjungan Putin bertentangan dengan posisi Jepang yang selama ini konsisten terkait wilayah tersebut.
Televisi Jepang menayangkan rekaman Putin saat berada di Pulau Etorofu, atau Iturup dalam bahasa Rusia. Dalam kunjungan itu, Putin mendatangi sebuah rumah sakit, bertemu warga, serta mencicipi kaviar di sebuah pabrik pengolahan. Sejumlah mantan warga Jepang yang pernah tinggal di kepulauan tersebut juga menyampaikan kecaman atas kunjungan Putin. Mereka merupakan bagian dari warga Jepang yang dideportasi setelah Rusia mengambil alih kepulauan tersebut.
Sekitar 17.000 warga Jepang sebelumnya tinggal di kepulauan itu. Saat ini, sekitar 20.000 warga Rusia menetap di wilayah tersebut.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Selain memiliki arti penting secara strategis, rangkaian kepulauan yang terdiri dari Etorofu, Kunashiri, Shikotan, dan kelompok pulau kecil Habomai itu juga memberikan akses ke wilayah perikanan yang kaya serta cadangan mineral yang bernilai.
Pada Rabu, Putin melanjutkan perjalanan ke Pulau Sakhalin yang berada tak jauh dari kawasan tersebut. Di sana, dia meninjau latihan militer angkatan laut dan menyatakan bahwa keempat pulau yang disengketakan tersebut telah diakui sebagai wilayah Rusia dalam sejumlah dokumen internasional.
Halaman Selanjutnya
Mantan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe sebelumnya sempat membangun hubungan yang lebih baik dengan Putin terkait sengketa wilayah tersebut. Pada masa itu, warga Jepang kembali diperbolehkan mengunjungi makam keluarga mereka di kepulauan tersebut. Kedua negara juga sempat membahas kemungkinan penandatanganan perjanjian perdamaian di masa depan.

3 hours ago
2


















