London, VIVA – Bagi pemilik mobil, ganti oli biasanya menjadi salah satu perawatan rutin yang tidak boleh dilewatkan. Namun, di Eropa, sejumlah mobil modern bisa memiliki interval penggantian oli jauh lebih panjang, bahkan mencapai sekitar 24.000 kilometer.
Jarak tersebut tentu terdengar sangat lama jika dibandingkan dengan kebiasaan sebagian pemilik mobil di Indonesia. Bukan berarti produsen mobil Eropa menganggap oli tidak penting, melainkan mesin dan pelumas yang digunakan memang dirancang untuk bekerja dalam periode yang lebih panjang.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Disadur VIVA Otomotif dari Slashgear, Rabu 12 Agustus 2026, salah satu faktor utamanya adalah teknologi mesin modern yang memiliki toleransi komponen lebih presisi. Jarak antarbagian yang bergerak dibuat lebih rapat sehingga mesin bisa bekerja lebih efisien, tetapi kondisi tersebut juga menuntut pelumas dengan kemampuan yang sesuai.
Karena bekerja pada temperatur dan tekanan yang relatif tinggi, mobil Eropa umumnya mengandalkan oli sintetis dengan formulasi khusus. Pelumas tersebut dirancang untuk mempertahankan karakteristiknya lebih lama sekaligus membantu melindungi komponen mesin dari keausan dan endapan.
Standar oli yang digunakan juga menjadi pembeda. Produsen dan pasar Eropa banyak mengacu pada spesifikasi ACEA, sementara Amerika Serikat menggunakan klasifikasi API, dengan masing-masing standar memiliki fokus dan persyaratan yang berbeda.
Salah satu perhatian penting dalam spesifikasi Eropa adalah sistem emisi. Mobil modern menggunakan komponen seperti katalis dan diesel particulate filter (DPF) yang sensitif terhadap kandungan abu sulfat, fosfor, dan sulfur atau SAPS.
Karena itu, sejumlah oli dengan spesifikasi Eropa menggunakan formulasi low-SAPS. Kandungan tersebut membantu mengurangi risiko penumpukan residu yang dapat mengganggu sistem pengendalian emisi, sekaligus memungkinkan oli bekerja dalam interval yang lebih panjang.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Meski demikian, interval hingga 24.000 kilometer tidak bisa dijadikan patokan untuk semua mobil. Jadwal penggantian oli tetap bergantung pada model, jenis mesin, spesifikasi pelumas, kondisi penggunaan, serta rekomendasi masing-masing produsen.
Kondisi jalan juga ikut memengaruhi usia pakai oli. Perjalanan pendek berulang, kemacetan dengan kondisi berhenti-jalan, suhu lingkungan tinggi, hingga membawa beban berat dapat membuat pelumas bekerja lebih keras dan mengalami degradasi lebih cepat.
Halaman Selanjutnya
Hal ini menjadi penting ketika mobil Eropa digunakan di negara dengan kondisi lalu lintas berbeda dari Eropa. Pemilik sebaiknya tidak langsung mengikuti angka interval maksimum dari pasar asal, tetapi tetap melihat buku manual dan mempertimbangkan pola penggunaan kendaraan.

4 hours ago
1


















