Gempa Susulan Terus Terjadi di NTT Pascagempa M 7,7, Kapan Akan Mereda?

6 days ago 1

Kamis, 20 Agustus 2026 - 17:00 WIB

VIVA –Sabtu 15 Agustus 2026, gempa berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang Nusa Tenggara Timur. Gempa susulan pun terus terjadi hingga hari ini, Kamis 20 Agustus 2026. Berdasarkan keterangan resmi Direktur Gempabumi dan Tsunami Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Wijayanto hingga siang ini pukul 14.00 tercatat ada 3.752 gempa susulan pasca gempa utama pada Sabtu lalu. 

"Update gempa bumi susulan gempa Flors M 7,7 hingga tanggal 20 Agustus 2026 pukul 14.00 WIB. Total gempa bumi susulan, 3.752, dengan magnitudo terbesar 6,2, magnitudo terkecil 1,1, magnitudo di atas 5:28, gempa susulan dirasakan: 110," demikian kata Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto dalam keterangannya, Kamis 20 Agustus 2026. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

BMKG juga menghimbau masayarakat untuk tetap tenang dan waspada gempa bumi susulan yang masih terjadi. 

Setelah serangkaian gempa susulan yang terjadi, lantas kapan aktivitas gempa susulan di NTT akan mereda? Dalam press conference yang digelar BMKG pada Rabu 19 Agustus 2026, BMKG memprediksi gempa susulan di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) masih akan berlangsung. Deputi Bidang Geofisika BMKG Nelly Florida Riama menjelaskan, berdasarkan hasil pemantauan BMKG, aktivitas gempa susulan masih akan berlangsung. Namun, secara umum grafik menunjukkan kecenderungan penurunan, meski dalam beberapa periode masih terjadi peningkatan aktivitas.

"Dengan data yang ada saat ini, kira-kira (masih akan berlangsung) dalam 21-30 hari ke depan, tetapi akan menurun," kata dia dalam konferensi pers tersebut. 

Nelly menjelaskan secara spasial sebaran gempa susulan tersebut terkonsentrasi di wilayah Flores bagian tengah hingga barat dan memperlihatkan keterkaitan dengan zona tektonik.

"BMKG terus melakukan monitoring dan analisis untuk mendapatkan gambaran lebih baik terhadap aktivitas kegempaan tersebut," ujar dia.

Gempa Bumi 15 Agustus 2026 disebabkan aktivitas di Flores Back-Arc

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Wijayanto menjelaskan bahwa gempa bumi pertama kali terjadi di wilayah Flores pada Sabtu 15 Agustus 2026 pukul 04.58 WIB dengan parameter update M 7,7 sehingga berdampak tsunami di wilayah sekitarnya. Gempa bumi jenis dangkal ini disebabkan oleh aktivitas tektonik di Flores Back-Arc dengan mekanisme pergerakan naik (thrust fault).

"Berdasarkan data sementara gempa susulan ini akan berakhir 3-4 minggu ke depan. Masyarakat diimbau tetap tenang dan waspada gempa bumi susulan yang masih terjadi," kata dia, Rabu 19 Agustus 2026.

Halaman Selanjutnya

Lebih lanjut pada saat gempa bumi M 7,7 Sabtu kemarin, BMKG telah mengirimkan Peringatan Dini 1 pada 2 menit 16 detik setelah gempa bumi dengan status ancaman SIAGA (0,5-3 meter) dan Waspada (<0,5 meter).

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |