VIVA – Tim SAR gabungan masih berupaya menemukan delapan orang yang hilang setelah kapal cepat Arupadhatu 1 dilaporkan hilang kontak di perairan Selat Sunda. Memasuki hari keenam operasi, pencarian kini dipusatkan di Sektor X, tepatnya di perairan sebelah selatan Gunung Anak Krakatau (GAK).
Kepala Sub Seksi Operasi dan Siaga Basarnas Banten, Rizky Dwianto, mengatakan Sektor X menjadi salah satu titik yang mendapat perhatian khusus karena adanya sejumlah temuan dari operasi pencarian sebelumnya.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"Untuk hari keenam ini kita fokuskan di Sektor X. Karena dari pelaksanaan operasi SAR sebelumnya terdapat beberapa temuan yang menjadi pertimbangan untuk pelaksanaan operasi SAR hari ini," kata Rizky di Pandeglang, Banten, Minggu (13/9/2026).
Untuk menyisir wilayah tersebut, delapan kapal dikerahkan. Armada yang terlibat terdiri dari KN SAR Tetuka, RBB Pecang, RIB 02 Basarnas Banten, RIB 02 Basarnas Lampung, KP 2016, KP 2013, KM Garuda, dan KM Bima.
"Untuk Sektor X kita kerahkan delapan kapal untuk melakukan penyisiran secara optimal," ujarnya.
Secara keseluruhan, area pencarian pada hari keenam mencapai sekitar 6.024 nautical mile (NM) persegi. Wilayah tersebut dibagi menjadi enam sektor, dengan lima sektor pencarian dilakukan melalui jalur laut dan satu sektor melalui udara.
Total kekuatan yang diturunkan dalam operasi hari ini mencapai 15 kapal dan satu helikopter. Sekitar 300 personel gabungan turut dilibatkan untuk mendukung proses pencarian.
Kondisi cuaca juga menjadi salah satu faktor yang terus dipantau selama operasi berlangsung. Berdasarkan informasi BMKG, perairan Selat Sunda pada Minggu (13/9) dalam kondisi berawan dengan angin bergerak ke arah tenggara berkecepatan 10-20 knot.
Ketinggian gelombang diperkirakan berada pada kisaran 0,5 hingga 2,5 meter, sementara arus permukaan bergerak menuju arah barat daya.
Delapan Orang Masih Dicari
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Delapan orang yang hingga kini belum ditemukan sebelumnya berangkat dari Dermaga Pegedongan, Carita, Kabupaten Pandeglang, pada Senin (7/9) sekitar pukul 14.00 WIB. Mereka menggunakan kapal cepat menuju kawasan Gunung Anak Krakatau.
Dari delapan orang tersebut, lima di antaranya merupakan jurnalis. Mereka yakni M Bagus Khoirunnas dari ANTARA, Ari Basuki dari Merdeka, Yudhistiro Pranoto dari iNews, Firman Daus dari Anadolu, serta Donal Husni yang merupakan jurnalis lepas.
Halaman Selanjutnya
Sementara tiga orang lainnya adalah Warta yang bertugas sebagai nakhoda, Surakman sebagai anak buah kapal (ABK), dan Heriyanto sebagai pemandu.

1 day ago
6













