Jakarta, VIVA – Operasi pencarian dan pertolongan korban gempa bumi magnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT) masih berlanjut hingga hari ketiga.
Hingga Senin, 17 Agustus 2026, jumlah korban meninggal dunia tercatat mencapai 55 orang, sementara 132 orang mengalami luka-luka.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii turun langsung memantau operasi SAR di Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur. Dia datang bersama Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian.
Manggarai Timur menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian karena dampak gempa cukup parah. Tim SAR terus dikerahkan untuk mencari korban sekaligus memastikan masyarakat terdampak mendapatkan pertolongan.
”Kabupaten Manggarai Timur merupakan salah satu wilayah yang cukup parah terdampak gempa. Kami terus berupaya memastikan operasi pencarian dan pertolongan berjalan maksimal untuk membantu masyarakat,” kata Syafii.
Syafii juga mengingatkan warga untuk tidak kembali atau beraktivitas di bangunan yang berpotensi roboh. Imbauan tersebut disampaikan mengingat gempa susulan masih berpotensi terjadi.
Selain kewaspadaan, dia meminta masyarakat dan seluruh unsur yang terlibat dalam penanganan bencana saling membantu selama masa pemulihan.
”Agar proses penanganan dapat berjalan dengan baik,” ucapnya.
Pada operasi SAR hari ketiga, Basarnas mengerahkan 119 personel yang disebar ke sejumlah wilayah terdampak gempa.
Rinciannya, 11 personel berada di Kabupaten Nagekeo, lima personel di Ende, 12 personel di Manggarai Timur, serta 14 personel dari tim pusat.
Kemudian 21 personel ditempatkan di Kabupaten Sikka, sembilan personel di Manggarai Barat dengan tambahan 23 personel dari tim pusat, serta 17 personel di Kabupaten Manggarai, khususnya wilayah Reo.
”Selain itu, sebanyak 7 personel kru helikopter HR 3604 turut mendukung pelaksanaan operasi SAR,” kata Syafii.
Secara keseluruhan, operasi penanganan bencana melibatkan 711 personel dari berbagai unsur. Mereka terdiri dari TNI, Polri, BPBD, BMKG, PMI, Kementerian Perhubungan, Pelindo, Pelni, pemerintah daerah hingga masyarakat setempat.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Basarnas memastikan kesiapan personel dan berbagai sarana pendukung tetap dipertahankan selama proses pencarian dan pertolongan berlangsung.
”Basarnas memastikan kesiapsiagaan personel dan sarana pendukung tetap terjaga selama operasi berlangsung, dengan prioritas utama keselamatan dan pertolongan masyarakat yang terdampak gempa,” ujarnya.
1.624 Gempa Bumi Susulan Pasca-Tsunami Flores Masih Terjadi
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat hingga 17 Agustus 2026 pukul 11.00 WIB, sebanyak 1624 gempa susulan (aftershock) dengan magnitudo M1,3- M6,2
VIVA.co.id
17 Agustus 2026

1 week ago
10
















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9310865/original/081850900_1785378315-cropped-2d7f636b-2380-40cc-a881-ea61c56069f5.jpg)

