Hasil Perawatan Natural Kini Jadi Idaman, Tapi Jangan Pilih Treatment Sembarangan

4 days ago 6

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 23:51 WIB

VIVA – Perawatan estetika kini semakin beragam dan mudah ditemukan. Namun, banyaknya pilihan juga membuat masyarakat perlu lebih teliti sebelum menentukan treatment. Terlebih, tidak semua orang menginginkan perubahan wajah yang terlihat drastis. Hasil yang natural, tetap sesuai karakter wajah, serta didukung dasar ilmiah mulai menjadi pertimbangan bagi sebagian pasien.

Keinginan mendapatkan tampilan yang lebih alami membuat pilihan treatment tidak cukup hanya berdasarkan tren. Pasien juga perlu memahami tujuan perawatan, cara kerja prosedur, potensi manfaat dan risikonya, serta siapa yang akan melakukan tindakan tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Media sosial membuat informasi mengenai estetika semakin mudah diakses. Pengalaman influencer, rekomendasi figur publik, hingga berbagai konten sebelum dan sesudah treatment dapat menjadi referensi bagi calon pasien.

Meski begitu, pengalaman seseorang belum tentu bisa diterapkan kepada orang lain. Kondisi kulit, usia, riwayat perawatan, kebutuhan, hingga respons tubuh setiap orang dapat berbeda.

Dokter kulit, kelamin, dan estetika sekaligus founder Bmderma Clinic, dr. Deasy Lius, menjelaskan bahwa prinsip evidence-based medicine penting dalam menentukan prosedur estetika. Menurutnya, pemilihan treatment seharusnya memperhatikan hasil penelitian, keahlian dokter, serta kebutuhan dan preferensi pasien.

Ia juga mengingatkan bahwa informasi dari influencer maupun brand ambassador dapat menjadi pengalaman tambahan, tetapi bukan pengganti konsultasi medis. Klaim sebuah produk atau prosedur juga sebaiknya tidak menjadi satu-satunya dasar dalam menentukan pilihan.

Pastikan Ada Dasar Penelitian yang Jelas

Salah satu hal yang dapat diperhatikan sebelum menjalani treatment adalah bukti ilmiah yang mendukung prosedur tersebut. Pasien dapat menanyakan bagaimana sebuah treatment bekerja, penelitian apa yang mendukungnya, serta apakah prosedur tersebut memang sesuai dengan kondisi kulit.

Pendekatan regeneratif menjadi salah satu perkembangan dalam estetika medis yang banyak dibicarakan. Fokusnya bukan semata-mata mengubah bentuk wajah, melainkan mendukung proses biologis kulit sehingga perubahan dapat berlangsung secara bertahap.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam konteks tersebut, teknologi PLLA-LASYNPRO™ dari Nordberg Medical diperkenalkan sebagai salah satu pendekatan yang digunakan sebagai bio-activator kulit untuk peremajaan dan pengencangan.

Dokter Lanny Juniarti, menjelaskan bahwa karakteristik material juga perlu menjadi perhatian dalam prosedur regeneratif. Berdasarkan penelitian yang dipaparkannya, teknologi bio-stimulator tersebut memiliki kandungan dengan bentuk bulat sempurna dan tersebar merata.

Halaman Selanjutnya

Menurut Lanny, karakteristik tersebut berkaitan dengan bagaimana kulit memberikan respons terhadap material yang digunakan. Karena itu, menurutnya, pembahasan mengenai teknologi estetika sebaiknya tidak berhenti pada klaim pemasaran, tetapi juga melihat bukti penelitian dan respons biologis tubuh.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |