Surabaya, VIVA – Dugaan penipuan berkedok program penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) jalur 'susulan', diduga melibatkan oknum anggota militer, kini tengah diusut kepolisian.
Sejumlah korban mengaku telah menyerahkan ratusan juta rupiah setelah dijanjikan bisa masuk dan ditempatkan di sejumlah instansi pemerintah. Kasus ini dilaporkan ke Polda Jawa Timur (Jatim) oleh sejumlah korban.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Mereka melaporkan seorang berinisial OP, pemilik lembaga pelatihan kerja di Sidoarjo. Laporan tersebut telah diterima pada Senin, 10 Agustus 2026.
"Terkait dugaan tindak pidana penipuan dan/atau penggelapan dengan modus program pelatihan yang disebut menjanjikan penerimaan atau penempatan pada sejumlah instansi kedinasan," tutur Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jatim, Komisaris Besar Polisi Jules Abraham Abast, dikutip Rabu, 12 Agustus 2026.
Adapun laporan tersebut bernomor LP/B/1067/III/2026/SPKT/POLDA JAWA TIMUR. Pihaknya kini masih mendalami laporan tersebut dan memeriksa bukti yang disampaikan para korban. Polisi juga mengingatkan masyarakat tidak mudah percaya dengan tawaran masuk instansi pemerintah melalui jalur khusus.
"Laporan tersebut akan diproses sesuai mekanisme dan ketentuan hukum yang berlaku," kata dia.
Polisi juga mengingatkan masyarakat tidak mudah percaya dengan tawaran masuk instansi pemerintah melalui jalur khusus.
Dua Orang Ngaku Jadi Mantan Tahanan dan Pegawai KPK Tipu Lansia Rp 300 Juta, Begini Modusnya
Polisi mengungkap kasus dua orang yang diduga berpura-pura sebagai mantan tahanan dan pegawai KPK untuk memperdaya seorang lansia hingga mengalami kerugian Rp 300 juta
VIVA.co.id
12 Agustus 2026

2 weeks ago
22
















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9310865/original/081850900_1785378315-cropped-2d7f636b-2380-40cc-a881-ea61c56069f5.jpg)

