IHSG Dibuka Menghijau Berpotensi Menguat Serupa Bursa Asia-Pasifik, Wall Street Lesu

1 week ago 9

Selasa, 18 Agustus 2026 - 09:04 WIB

Jakarta, VIVA IHSG dibuka menguat 46 poin atau 0,73 persen di level 6.448 pada pembukaan perdagangan Selasa, 18 Agustus 2026.

Head of Retail Research Analyst, Fanny Suherman memprediksi, IHSG bakal mendatar (sideways) berpotensi menguat pada perdagangan hari ini.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"IHSG berpotensi sideways cenderung menguat hari ini," kata Fanny dalam riset hariannya, Selasa, 18 Agustus 2026.

Ilustrasi IHSG.

Photo :

  • VIVA/Muhamad Solihin

Bursa Asia-Pasifik menguat pada perdagangan Senin kemarin, dipimpin oleh saham-saham China jelang rilis sejumlah data ekonomi penting. Di sisi lain, dolar AS melemah mendekati level terendah dalam dua bulan, seiring investor memangkas ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed.

Indeks Nikkei 225 Jepang menguat 0,74 persen, sedangkan Topix melemah 0,31 persen. Indeks-indeks saham unggulan China kompak naik lebih dari 1 persen. Selain itu, Hang Seng Hong Kong melonjak 1,34 persen di tengah rilis data aktivitas ekonomi China bulan Juli 2026.

Perekonomian China pada semester I-2026 mengalami pertumbuhan, produksi industri dan penjualan ritel melambat pada Juli di tengah gangguan cuaca ekstrem dan lemahnya permintaan domestik yang kembali meningkatkan tekanan terhadap pemerintah untuk memperkuat stimulus ekonomi.

Produksi industri tumbuh sebesar 4,5 persen (yoy), melambat dari bulan Juni sebesar 5,3 persen. Kondisi tersebut menunjukkan masih besarnya ketergantungan China terhadap ekspor, untuk mengimbangi lemahnya konsumsi dan investasi domestik.

Sementara itu, pasar saham Korea Selatan tidak diperdagangkan pada Senin karena libur nasional.  

"Support IHSG berada di level 6.300-6.330 sementara resist IHSG di rentang 6.450-6.500," ujarnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sebagai informasi, tiga indeks utama Wall Street ditutup melemah pada perdagangan Senin kemarin, seiring investor mencermati kenaikan harga minyak dan menunggu laporan keuangan sejumlah retailer besar AS untuk membaca arah belanja konsumen. 

Indeks Dow Jones Industrial Average turun 0,51 persen, S&P 500 melemah 0,52 persen, dan Nasdaq Composite berkurang 0,31 persen. Harga minyak naik lebih dari US$2/bbl, setelah investor melihat belum ada kemajuan berarti dalam upaya diplomasi antara Iran dan AS.

Ilustrasi Indeks Wall Street.

Wall Street Tertekan Konflik AS-Iran, Nasdaq Malah Menguat Jelang Laporan Nvidia

Wall Street saat ini terlihat bergerak beragam karena kembai terjadi ketegangan antara AS-Iran, sementara saham teknologi menguat berkat prospek Anthropic dan Nvidia

img_title

VIVA.co.id

18 Agustus 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |