IHSG Dibuka Menghijau Berpotensi Rebound serupa Wall Street, Bursa Asia Anjlok

3 hours ago 1

Kamis, 3 September 2026 - 09:04 WIB

Jakarta, VIVA IHSG dibuka menguat 37 poin atau 0,56 persen di level 6.632 pada pembukaan perdagangan Kamis, 3 September 2026.

Head of Retail Research Analyst, Fanny Suherman memprediksi, IHSG berpotensi rebound pada perdagangan hari ini.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"IHSG berpotensi kembali rebound hari ini," kata Fanny dalam riset hariannya, Kamis, 3 September 2026.

Ilustrasi IHSG.

Photo :

  • VIVA/Muhamad Solihin

Bursa Asia mengalami tekanan pada perdagangan Rabu kemarin, setelah aksi jual di pasar obligasi global yang mendorong ke kawasan Asia. Kondisi tersebut diperburuk oleh serangan terbaru AS terhadap Iran, yang mendorong harga minyak mentah kembali naik.

Indeks Nikkei 225 Jepang jatuh 2,9 persen, Hang Seng Hong Kong melemah 0,07 persen, CSI 300 China turun 1,4 persen, ASX 200 Australia terkoreksi 1 persen, Taiex Taiwan berkurang 1,7 persen.

Kemudian, KOSPI Korea Selatan anjlok 4 persen, sedangkan FTSE Straits Times naik 0,6 persen dan FTSE Malay KLCI menguat 0,5 persen.

Di sisi lain, investor juga semakin pesimistis terhadap kemungkinan tercapainya solusi dalam waktu dekat untuk mengakhiri konflik AS-Israel dengan Iran.

AS melancarkan serangkaian serangan udara terhadap Iran pada Selasa kemarin, dan Iran kemudian melakukan serangan balasan. Pertukaran serangan tersebut menjadi eskalasi paling serius dalam beberapa pekan terakhir dan telah mendorong harga energi global lebih tinggi.

Sementara itu, inflasi Korea Selatan meningkat pada Agustus 2026, terutama dipengaruhi efek basis rendah dari periode yang sama tahun lalu. Inflasi tersebut masih lebih rendah dari ekspektasi pasar.

Data dari Kementerian Data dan Statistik Korea Selatan menunjukkan, indeks harga konsumen CPI naik 3,1 persen secara year-on-year (yoy) pada Agustus 2026, meningkat dibandingkan kenaikan 2,8 persen pada Juli 2026.

"Support IHSG berada di level 6.520-6.550 sementara resist IHSG di rentang 6.630-6.700," ujarnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sebagai informasi, indeks-indeks saham Wall Street mengakhiri tren penurunan selama tiga hari berturut-turut pada perdagangan Rabu kemarin, setelah yield US Treasury mulai meningkat dari lonjakan yang sebelumnya mencapai level tertinggi dalam beberapa tahun.

Indeks S&P 500 menguat 0,46 persen, Nasdaq Composite naik 0,45 persen, dan Dow Jones Industrial Average naik 0,56 persen. Penguatan Dow Jones ditopang kenaikan saham Nvidia dan Johnson & Johnson.

Halaman Selanjutnya

Saham-saham AS sebelumnya berada di bawah tekanan akibat kenaikan yield obligasi. Investor mengkhawatirkan lonjakan harga minyak dapat kembali meningkatkan inflasi, dan mempersulit arah kebijakan moneter.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |