Realisasi FLPP hingga 1 September 2026 Baru 40,3 Persen, BP Tapera Pede Tenor 40 Tahun Dongkrak Penyerapan

3 hours ago 5

Kamis, 3 September 2026 - 09:14 WIB

Jakarta, VIVA – Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) mencatat realisasi penyaluran fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan atau FLPP hingga 1 September 2026 mencapai 140.965 unit rumah. Jumlah tersebut baru sekitar 40 persen dari target 350 ribu unit rumah pada 2026.

Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho, pihaknya juga mendukung peningkatan minat terhadap rumah susun atau rusun subsidi melalui salah satu langkah strategis yakni penyediaan pembiayaan FLPP yang terjangkau.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Realisasi FLPP baik untuk skema tapak maupun rumah susun (rusun) per 1 September ini mencapai 140.965 unit rumah atau 40,3 persen dari target 350.000 unit rumah dengan realisasi dana, yang disalurkan sebesar Rp17,5 triliun," ujar Heru dalam keterangannya di Jakarta, Kamis, 3 September 2026.

Heru menyampaikan bahwa telah terbit keputusan menteri keuangan yang menyesuaikan perubahan tenor dari 20 tahun ke 40 tahun baik untuk rumah tapak subsidi maupun rusun subsidi. Keputusan itu menjadi angin segar.

"Tenor 40 tahun itu diharapkan bisa meningkatkan keterjangkauan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR)," katanya.

Heru menyampaikan sejumlah langkah strategis BP Tapera yaitu pertama, meningkatkan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat, terutama generasi muda dan pekerja perkotaan, mengenai keunggulan hunian vertikal yang dekat dengan pusat aktivitas ekonomi.

Kedua, kolaborasi dengan pemerintah dan pengembang untuk memastikan rumah susun subsidi dibangun di lokasi yang memiliki akses transportasi, fasilitas umum, dan lingkungan yang baik.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ketiga, lanjutnya, pemanfaatan digitalisasi layanan pembiayaan, sehingga proses akses informasi dan pengajuan KPR subsidi menjadi lebih mudah dan cepat bagi masyarakat.

Kemudian, kata Heru, langkah strategis kelima adalah mendorong pengembangan produk yang sesuai kebutuhan MBR perkotaan, baik dari sisi desain, ukuran unit, maupun kualitas kawasan.

Kerusakan pada sejumlah bangunan di Kabupaten Halmahera Tengah, Maluku Utara, buntut gempa bumi berkekuatan 5,5 m

Gempa M 5,5 Guncang Halmahera Tengah, 15 Rumah dan Fasilitas Kesehatan Rusak

Gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 5,5 yang mengguncang Kabupaten Halmahera Tengah, Maluku Utara, mulai diketahui menimbulkan kerusakan pada sejumlah bangunan.

img_title

VIVA.co.id

2 September 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |