IHSG Dibuka Menghijau usai BI Tahan BI Rate, Bursa Asia Melemah dan Wall Street Menguat

6 days ago 15

Kamis, 20 Agustus 2026 - 09:03 WIB

Jakarta, VIVA IHSG dibuka menguat 53 poin atau 0,83 persen di level 6.447 pada pembukaan perdagangan Kamis, 20 Agustus 2026.

Head of Retail Research Analyst, Fanny Suherman memprediksi, IHSG berpotensi rebound pada perdagangan hari ini.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"IHSG berpotensi rebound kembali hari ini," kata Fanny dalam riset hariannya, Kamis, 20 Agustus 2026.

Bursa Asia melemah pada perdagangan Rabu kemarin. Indeks Nikkei 225 Jepang turun 3,16 persen dan Topix melemah 3,09 persen. Sedangkan, Hang Seng Hong Kong naik 0,09 persen.

Sementara itu, Taiex Taiwan turun 1,3 persen, dan ASX 200 Australia berkurang 0,18 persen. Kemudian, Straits Times turun 0,13 persen dan FTSE Malaysia melemah 0,12 persen.

Di sisi lain, indeks saham MSCI Emerging Asia turun 2,1 persen, degan indeks saham di Korea Selatan KOSPI turun 5,8 persen sehingga Korsel memimpin penurunan dengan saham perusahaan semikonduktor turut menjadi penekan utama.

Samsung Electronics turun 7,8 persen, dan SK Hynix menurun sebanyak 9,7 persen. Sementara di domestik, BI memutuskan untuk mempertahankan suku bunga (BI-Rate) di level 5,75 persen pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada 18-19 Agustus 2026.

Selain itu, suku bunga Deposit Facility dipertahankan di level 4,75 persen dan suku bunga Lending Facility dipertahankan di level 6,50 persen.

"Support IHSG berada di level 6.330-6.360 sementara resist IHSG di rentang 6.430-6.500," ujarnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sebagai informasi, indeks utama Wall Street ditutup naik pada perdagangan Rabu kemarin, karena penurunan yield obligasi pemerintah meningkatkan minat risiko, sementara lonjakan tajam saham produsen vaksin Moderna mendorong kenaikan indeks di sektor kesehatan.

Indeks Dow Jones Industrial Average naik 0,22 persen, S&P 500 menguat 0,21 persen, dan Nasdaq Composite bertambah 0,16 persen.

Deputi Gubernur BI Rizky Perdana Gozali.

Strategi BI Mitigasi Risiko Inflasi Tinggi Akibat El Nino Berkepanjangan

Bank Indonesia menyiapkan, sejumlah strategi pengendalian inflasi untuk mitigasi dampak fenomena El Nino. Mitigasi itu guna menredam dampaknya ke lonjakan harga pangan.

img_title

VIVA.co.id

19 Agustus 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |