VIVA – Nama Ilham Jaya Kesuma pernah menjadi salah satu penyerang paling tajam yang dimiliki Indonesia pada era 2000-an. Ketajamannya di depan gawang menjadikannya andalan baik di level klub maupun saat memperkuat Timnas Indonesia.
Lahir pada 19 September 1978, Ilham membangun reputasi sebagai striker yang produktif. Masa keemasan kariernya banyak dihabiskan bersama Persita Tangerang, tempat ia dikenal sebagai mesin gol bagi Pendekar Cisadane.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Selain membela Persita, Ilham juga sempat merumput di Malaysia bersama MPPJ Selangor. Di Indonesia, ia pernah memperkuat Sriwijaya FC, Persisam Samarinda, Mitra Kukar, hingga Persepar Palangkaraya.
Mantan penyerang Timnas Indonesia, Ilham Jaya Kesuma.
Photo :
- tangkapan layar YouTube Timnas Indonesia
Di level internasional, salah satu pencapaian terbaik Ilham terjadi pada Piala Tiger 2004 atau yang kini dikenal sebagai Piala AFF. Saat itu ia keluar sebagai top skor turnamen dengan torehan tujuh gol dan membawa Timnas Indonesia melaju hingga partai final.
Pada periode tersebut, Ilham menjadi bagian dari lini depan Garuda yang sangat disegani. Ia kerap berduet dengan nama-nama besar seperti Bambang Pamungkas dan Boaz Solossa.
Ilham kemudian mengenang momen ketika Boaz Solossa pertama kali bergabung dengan pemusatan latihan Timnas Indonesia di bawah asuhan Peter Withe. Saat itu, Boaz baru mencuri perhatian setelah tampil gemilang di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON).
Menurut Ilham, para pemain senior awalnya belum banyak mengenal sosok Boaz.
"Baru ikut PON waktu itu pertama kali, ikut TC ya notabene-nya waktu itu kita belum tahu, tahu-tahunya adik kandungnya Ortisan Solossa," ungkap Ilham, dikutip dari kanal YouTube VINDES.
Namun, kesan itu langsung berubah ketika melihat Boaz berlatih.
"Waktu itu bek kirinya Ortisan, bek kanannya Ismed, pas dia (Boaz Solossa) datang, kita lihat latihan, 'wah skillnya, walaupun umur 16 tahun, tapi skill di atas rata-rata, kecepatan, skill, berani lewat satu lawan satu," sambungnya.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Ilham menjelaskan, saat itu Peter Withe menerapkan formasi 4-3-3. Dalam skema tersebut, ia mendapat peran sebagai penyerang tengah, sementara Boaz Solossa dan Elie Aiboy bertugas membuka ruang dari sisi sayap.
"Saya kan tinggal cari ruang dan waktu saja, maka space, yang lari Boaz bola ke sini, Alie Aiboy punya skill ngelewatin satu dua sama, jadi lebih gampang."

2 weeks ago
16
















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9310865/original/081850900_1785378315-cropped-2d7f636b-2380-40cc-a881-ea61c56069f5.jpg)

