Ilmuwan Kenamaan Prediksi Kiamat 13 November 2026, Apa Dasarnya?

21 hours ago 2

Kamis, 10 September 2026 - 00:00 WIB

VIVA –Publik tengah dihebohkan dengan ramalan fisikawan Heinz von Foerster di tahun 1960. Fisikawan itu memprediksi bahwa dunia akan lenyap pada Jumat di tahun 2026. Prediksi Foerster itu dikenal sebagai ramalan kiamat. Kesimpulannya didasarkan pada persamaan matematika dan data nyata yang mencakup perkembangan populasi selama 2.000 tahun. 

Lantas apa prediksi Foerster hingga dia menyebut dunia akan kiamat di tahun ini? Melansir laman Times of India, Kamis 10 September 2026, dalam sebuah makalah yang diterbitkan di jurnal akademik Science, fisikawan asal Austria Heinz von Foerster bersama rekan-rekannya memprediksi bahwa umat manusia akan menghadapi titik akhir pada hari Jumat di tahun 2026.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Mereka bukan peramal atau orang yang sekadar menebar ketakutan. Prediksi tersebut dibuat berdasarkan data dan fakta matematika dengan menelusuri pertumbuhan populasi selama 2.000 tahun. Hasil analisis menunjukkan kurva pertumbuhan yang terus meningkat dan mengarah menuju angka yang tidak terbatas.

Tanggal yang mereka prediksi adalah 13 November 2026. Judul makalah tersebut, Doomsday: Friday, 13 November, A.D. 2026. Heinz von Foerster, Patricia M. Mora, dan Lawrence V. Amiot, tiga akademisi terkemuka dari University of Illinois, memperingatkan kemungkinan terjadinya peristiwa besar yang dapat mengancam kehidupan manusia.

Setelah mempelajari pola perkembangan peradaban Barat, mereka sampai pada kesimpulan yang cukup mengkhawatirkan. Dunia berpotensi mencapai batas kemampuannya jika jumlah penduduk terus bertambah dengan cepat.

Sementara itu melansir laman Mirror US, Menurut ketiga ilmuwan tersebut, berbagai kemajuan di bidang medis telah mendorong peningkatan jumlah penduduk dunia secara drastis.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Foerster, Mora, dan Amiot memperkirakan pertumbuhan populasi yang sangat cepat pada akhirnya akan membuat jumlah manusia cenderung menuju tak terhingga pada suatu titik di tahun ini. Kondisi tersebut, menurut mereka, dapat menciptakan situasi ketika persediaan makanan tidak lagi mampu memenuhi kebutuhan manusia.

Pada 1960, jumlah penduduk dunia berada di kisaran tiga miliar orang. Sementara itu, memasuki 2026, jumlah manusia di Bumi telah mencapai lebih dari delapan miliar jiwa. Hingga kini, belum terlihat tanda-tanda bahwa pertumbuhan tersebut akan segera berhenti. Proyeksi saat ini memperkirakan jumlah penduduk dunia baru akan mencapai titik balik dan mulai menurun sekitar tahun 2080.

Halaman Selanjutnya

Jauh sebelum itu, pada 1798, ekonom Inggris Thomas Malthus telah memperingatkan bahwa umat manusia pada akhirnya tidak akan terhindar dari krisis pangan. Menurutnya, kelaparan merupakan salah satu ancaman paling mengerikan yang dapat dihadapi manusia. Ia berpendapat bahwa pertumbuhan penduduk jauh lebih cepat dibandingkan kemampuan Bumi dalam menyediakan kebutuhan hidup.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |