Indonesia Dinilai Relevan Jadi Pusat Pengembangan Ekosistem Transportasi eVTOL di Asia

3 days ago 6

Kamis, 10 September 2026 - 20:14 WIB

Jakarta, VIVA – Founder dan CEO Whitesky Group, Denon Prawiraatmadja, mengusung visi pengembangan hingga 200 eVTOL, serta posisi Indonesia dalam pertumbuhan industri penerbangan baru di Asia.

Sebagai informasi, eVTOL merupakan electric Vertical Take-Off and Landing, yaitu jenis kendaraan atau pesawat udara yang menggunakan tenaga listrik dan mampu lepas landas serta mendarat secara vertikal seperti helikopter.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Hal itu disampaikan Denon, yang juga merupakan Ketua Umum INACA, saat menjadi satu-satunya pembicara dari Indonesia dalam rangkaian forum Advanced Air Mobility di Hong Kong.

Advanced Air Mobility Forum, Hong Kong.

Bagi Denon, kompetisi Advanced Air Mobility di kawasan tidak hanya ditentukan oleh negara yang pertama kali mengadopsi teknologi. Persaingan berikutnya adalah mengenai siapa yang mampu mengoperasikan teknologi tersebut dalam skala besar, dan membangun ekosistem yang mendukungnya.

“Asia Tenggara tidak hanya membutuhkan teknologi eVTOL. Kawasan ini membutuhkan operator, infrastructure dan regulatory environment yang mampu membuat teknologi tersebut bekerja dalam skala komersial,” kata Denon dalam keterangannya, Kamis, 10 September 2026.

Dia menegaskan, Indonesia memiliki karakter yang relevan untuk perkembangan tersebut. Sebagai negara kepulauan, kebutuhan konektivitas muncul dari pola mobilitas yang tersebar antara kota, bandara, pusat ekonomi, kawasan industri dan berbagai wilayah dengan akses transportasi yang tidak selalu dapat dilayani secara point-to-point.

Namun, Denon menekankan bahwa karakter geografis saja tidak cukup. Dia menilai, negara juga harus memiliki operator yang mampu menerjemahkan global technology menjadi real operations.

"Karena itu, roadmap Whitesky tidak dibangun hanya melalui aircraft procurement," ujarnya.

Pengembangan fleet diarahkan berjalan bersama operational readiness, vertiport, maintenance, charging, safety, training dan regulatory engagement. Whitesky diakuinya juga membangun hubungan dengan berbagai pemain teknologi internasional, sebagai bagian dari upaya menghubungkan Indonesia dengan perkembangan eVTOL global.

Tahap selanjutnya adalah memperkuat posisi Indonesia dari technology adopter menjadi operating ecosystem.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Ambisi kami bukan sekadar membawa eVTOL ke Indonesia. Ambisi kami adalah menjadikan Indonesia relevan dalam ekosistem penerbangan masa depan di kawasan Asia-Pasifik," ujarnya.

Kehadiran Denon sebagai satu-satunya pembicara dari Indonesia di Hong Kong turut memberikan ruang untuk membawa perspektif tersebut ke forum regional.

Halaman Selanjutnya

Whitesky ingin menunjukkan bahwa Indonesia dapat menawarkan sesuatu yang lebih besar daripada potensi pembelian aircraft. 

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |