Investasi Moncer, Kinerja Perusahaan Reasuransi Makin Kinclong

1 week ago 9

Rabu, 19 Agustus 2026 - 20:42 WIB

VIVA – Industri reasuransi menghadapi tantangan untuk menjaga kinerja di tengah perubahan risiko dan kondisi pasar. Selain mengandalkan bisnis pertanggungan ulang, perusahaan reasuransi juga mengelola dana melalui investasi untuk mendukung kinerja keuangan.

Salah satu perusahaan yang mencatat pertumbuhan kinerja adalah PT Reasuransi Indonesia Utama (Persero) atau Indonesia Re. Berdasarkan laporan keuangan tahun buku 2025, laba bersih Indonesia Re mencapai Rp176,96 miliar, meningkat dari Rp27,46 miliar pada 2024. Total aset perusahaan tercatat Rp10,28 triliun.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Direktur Utama Indonesia Re Robbi Yanuar Walid mengatakan, 2025 menjadi tahun yang penuh tantangan bagi perusahaan. Menurut dia, peningkatan kinerja merupakan hasil dari transformasi yang dilakukan perusahaan.

“Seluruh strategi yang kami jalankan berorientasi pada kualitas portofolio, pengelolaan risiko yang prudent, serta penguatan kapabilitas organisasi," ujar Robbi, sebagaimana dikutip dari keterangannya, Rabu, 19 Agustus 2026.

Dari sisi bisnis reasuransi umum, Indonesia Re melakukan penyesuaian pricing dan memperkuat proses underwriting berdasarkan karakteristik risiko. Perusahaan juga menyempurnakan governance underwriting dan contract wording.

Pada lini reasuransi jiwa, perusahaan memperketat proses akseptasi dengan mempertimbangkan experience study, Robust Pricing, prudent underwriting, dan keberlanjutan portofolio. Evaluasi dilakukan terhadap retensi, ketentuan reasuransi, serta profitabilitas portofolio.

Di sisi investasi, Indonesia Re mencatat hasil investasi Rp427,28 miliar pada 2025. Nilai tersebut naik dibandingkan Rp335,78 miliar pada 2024.

Pengelolaan investasi dilakukan dengan mempertimbangkan risiko dan imbal hasil melalui prudent investment, risk-based investment, portfolio optimization, sustainable investing, serta Asset Liability Management (ALM).

Kinerja keuangan tersebut juga diikuti dengan tingkat solvabilitas sebesar 133,38 persen pada 2025, naik dari 132,83 persen pada tahun sebelumnya.

Sementara itu, penerapan PSAK 117 atau IFRS 17 menjadi bagian dari perubahan dalam penyajian laporan keuangan. Standar tersebut menggunakan pendekatan baru dalam pengakuan pendapatan, liabilitas, dan laba berdasarkan jasa perlindungan yang diberikan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Indonesia Re menyatakan penerapan PSAK 117 tidak mengubah fundamental bisnis maupun arus kas perusahaan.

Robbi mengatakan transformasi akan terus dilakukan untuk memperkuat kinerja perusahaan ke depan. “Transformasi ini bukan hanya memberikan dampak positif terhadap kinerja perusahaan saat ini, tetapi juga mempersiapkan kami sebagai perusahaan reasuransi nasional yang semakin kuat, efisien, dan mampu memberikan nilai tambah yang berkelanjutan bagi industri,” paparnya.

ilustrasi asuransi.

Indonesia Re Lampaui Target Semester I 2026, Hasil Underwriting Bersih Melonjak Meski Klaim Kesehatan Naik

Indonesia Re mencatat kinerja positif pada Semester I 2026. Hasil underwriting bersih mencapai 123% dari target RKAP di tengah tekanan klaim kesehatan.

img_title

VIVA.co.id

24 Juli 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |