Minggu, 13 September 2026 - 11:18 WIB
Jakarta, VIVA – Pemerintah Iran menyampaikan 7 syarat untuk membuka Selat Hormuz, dalam pesannya kepada Amerika Serikat (AS). Hal itu disampaikan sumber yang mengetahui masalah itu kepada kantor berita Tasnim.
Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri Iran mengumumkan bahwa Teheran akan menggelar pertemuan di Oman, Senin besok, yang melibatkan Irak dan negara-negara Teluk Persia untuk membahas jalur aman bagi pelayaran komersial di Selat Hormuz.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"Selat Hormuz akan tetap ditutup sampai tujuh syarat yang telah disetujui pejabat tinggi Iran tersebut dipenuhi," kata sumber tersebut, dikutip dari Antara, Minggu, 13 September 2026.
Seperti dilaporkan kantor berita Iran itu sebelumnya, kesepakatan yang dicapai Iran dan Oman terkait Selat Hormuz tidak mencakup pembukaan jalur perairan tersebut.
Berdasarkan kesepakatan itu, kedua pihak telah mengoordinasikan rute utama keluar-masuk Selat Hormuz.
Pada 28 Februari, AS dan Israel menyerang sejumlah sasaran di Iran, sehingga memicu serangan balasan dari pihak Iran.
Pada pertengahan Juni, Teheran dan Washington menandatangani nota kesepahaman untuk menghentikan permusuhan, tetapi kedua pihak kemudian kembali saling serang. Hingga kini, konflik tersebut belum terselesaikan.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Akibat eskalasi konflik tersebut, pelayaran melalui Selat Hormuz nyaris terhenti. Selat tersebut merupakan jalur pasokan utama minyak, produk minyak bumi, dan gas alam cair ke pasar global.
Akibatnya, harga bahan bakar meningkat di sebagian besar negara di dunia. (Ant).
Trump Sebut Perang Iran Segera Berakhir, Ramal Harga Minyak Dunia Bakal Anjlok
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyebut perang dengan Iran bisa berakhir dalam waktu dekat. Waktu dekat yang dimaksudkan adalah setelah usai pemilu AS
VIVA.co.id
13 September 2026

1 day ago
3













