Kamis, 10 September 2026 - 16:15 WIB
VIVA –Anggota parlemen Iran, Kamran Ghazanfari, menilai perang antara Iran dan Amerika Serikat serta konflik yang meluas di Timur Tengah telah membawa kawasan tersebut mendekati Perang Dunia III.
Pernyataan Ghazanfari yang dimuat di Iran Internasional ini menarik perhatian dunia sebab, pernyataannya bisa mencerminkan cara pandang sebagian politisi Iran yang lebih ekstrem dan elit Korps Garda Revolusi Iran (IRGC). Mereka melihat konflik ini sebagai perang yang berpotensi meluas menjadi konflik regional dan global.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Melansir laman Jerussalem Post, Kamis 10 September 2026, Republik Islam Iran selama ini bekerja sama dengan Rusia dan China serta berharap dapat menantang tatanan dunia yang dipimpin Amerika Serikat. Iran juga sejak lama menggambarkan Revolusi Islam sebagai sebuah peristiwa unik yang akan mengubah kawasan dan dunia.
Pandangan tersebut berakar dari keyakinan kelompok Islamis Iran bahwa mereka menawarkan jalur baru selama Perang Dingin, yang berbeda dari blok Amerika Serikat maupun Uni Soviet. Pandangan itu mulai berubah pada 1990-an ketika Uni Soviet mengalami kemunduran.
Iran Memposisikan Diri dalam Tatanan Dunia Baru
Meski Iran pada beberapa kesempatan mempertimbangkan rekonsiliasi dengan Amerika Serikat, negara itu juga berusaha memposisikan diri bersama negara-negara yang menginginkan tatanan dunia baru. Melemahkan Amerika Serikat dan mengurangi pengaruhnya di Timur Tengah menjadi salah satu tujuan utama Teheran.
Iran International pada 9 September melaporkan bahwa Ghazanfari, anggota parlemen yang mewakili Teheran, mengatakan kawasan tersebut praktis berada di ambang Perang Dunia III. Ia menilai meluasnya perang Rusia-Ukraina serta meningkatnya ketegangan di antara negara-negara besar dapat menjadi pemicu terbentuknya konflik yang lebih luas.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Pernyataan tersebut disampaikan Ghazanfari dalam wawancara dengan kantor berita resmi Iran, Iranian Labour News Agency (ILNA).
"Ghazanfari mengatakan dukungan NATO terhadap Ukraina dalam perang melawan Rusia, serta meningkatnya ketegangan Moskow dengan Inggris dan Jerman, telah memperbesar kemungkinan konflik menyebar ke negara-negara Eropa lainnya. Ia juga menyebut perselisihan Amerika Serikat dan China terkait Taiwan sebagai salah satu titik konflik yang berpotensi meluas di dunia," demikian pernyataannya.
Halaman Selanjutnya
Dalam wawancara tersebut, Ghazanfari juga menyoroti rencana Iran untuk keluar dari Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir (NPT). Menurutnya, ada kemungkinan isu tersebut kembali masuk dalam agenda parlemen Iran.

3 days ago
6













