Jumat, 11 September 2026 - 09:10 WIB
VIVA –Istri Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, Sara Netanyahu menghebohkan publik menyusul klaimnya yang menyebut dirinya telah mengetahui rencana serangan Hamas pada 7 Okter 2023 lalu. Dalam wawancarannya dengan stasiun televisi sayap kanan Israel, Channel 14 akhir Agustus kemarin, Sara melontarkan kritik kepada mantan wakil kepala staf militer Israel yang kini memimpin Partai Demokrat, Yair Golan.
Sara Netanyahu menyiratkan bahwa Golan telah mengetahui rencana Hamas untuk menyerang wilayah Israel bagian selatan. Ia mengklaim Golan sudah berpakaian dan siap pada dini hari saat serangan terjadi, sementara yang lain tidak mengetahui apa-apa, termasuk perdana Menteri.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Pernyataan Sara ini memicu berbagai tanggapan. Banyak warga Israel justru memuji Golan atas tindakannya pada 7 Oktober, ketika ia secara spontan ikut membantu melawan serangan menggunakan senjata pribadinya.
Sementara itu, Kamis kemarin, Golan mengatakan dirinya telah mengajukan gugatan terhadap Sara Netanyahu atas dugaan pencemaran nama baik dan hasutan untuk melakukan kekerasan.
"Teori-teori konspirasi ini tidak muncul dengan sendirinya, melainkan berasal dari pikiran jahat orang-orang yang berusaha melepaskan diri dari tanggung jawab atas bencana besar tersebut," demikian bunyi gugatan tersebut dikutip dari laman AFP, Jumat 11 September 2026.
Dalam dokumen yang sama disebutkan bahwa Golan menuntut ganti rugi sebesar 2,5 juta shekel atau sekitar Rp 14,45 miliar. Ia juga meminta Sara Netanyahu menarik kembali pernyataannya.
Gugatan terkait pencemaran nama baik dan hasutan untuk melakukan kekerasan tersebut diajukan ketika kampanye pemilu Israel semakin memanas. Situasi ini terjadi di tengah masyarakat yang terpecah dan masih mengalami trauma akibat pembantaian terburuk yang pernah terjadi di wilayah Israel.
Sebagai informasi, serangan pada 7 Oktober 2023 menjadi salah satu isu utama dalam kampanye pemilu Israel. Netanyahu juga menghadapi tuduhan bahwa dirinya telah mengetahui lebih dulu mengenai rencana serangan tersebut.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Sebuah laporan yang terbit pekan ini, namun dibantah oleh Netanyahu, menuduh perdana menteri menerima peringatan dari Uni Emirat Arab mengenai rencana Hamas untuk melancarkan serangan besar-besaran dalam waktu dekat.
Serangan tersebut menewaskan 1.221 orang, berdasarkan penghitungan AFP yang mengacu pada data resmi Israel. Para militan juga membawa sekitar 251 sandera ke Gaza, dengan 44 di antaranya dilaporkan telah meninggal dunia.
Halaman Selanjutnya
Serangan besar-besaran Israel sebagai respons terhadap serangan tersebut telah menyebabkan sebagian besar wilayah Gaza hancur. Kementerian Kesehatan Gaza yang berada di bawah kendali Hamas menyebut 73.670 orang telah tewas. Data tersebut dinilai dapat diandalkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

3 days ago
13













