VIVA – Wi-Fi gratis menjadi salah satu fasilitas yang hampir selalu dicari ketika menginap di hotel. Koneksi internet tersebut memang memudahkan tamu untuk bekerja, berkomunikasi, mencari informasi perjalanan, hingga menikmati berbagai layanan digital.
Namun, kemudahan tersebut ternyata juga memiliki risiko keamanan. Jaringan Wi-Fi hotel digunakan oleh banyak orang sehingga pengguna tidak selalu mengetahui siapa saja yang terhubung atau bagaimana jaringan tersebut dikelola. Karena itu, penggunaan Wi-Fi hotel perlu dilakukan dengan lebih hati-hati, terutama ketika mengakses informasi penting.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
SlashGear dalam laporan terbarunya, dikutip VIVA Jum'at, 11 September 2026, menyoroti sejumlah risiko yang dapat muncul ketika seseorang terhubung ke Wi-Fi hotel. Salah satu ancaman yang perlu diperhatikan adalah jaringan palsu yang sengaja dibuat dengan nama menyerupai jaringan resmi hotel.
Waspadai Wi-Fi Hotel Palsu
Salah satu kesalahan yang cukup mudah dilakukan wisatawan adalah langsung memilih jaringan Wi-Fi berdasarkan nama hotel. Padahal, nama jaringan tersebut belum tentu benar-benar berasal dari pihak hotel.
Pelaku kejahatan siber dapat membuat hotspot dengan nama yang menyerupai jaringan resmi. Jika pengguna tidak memeriksa terlebih dahulu dan langsung terhubung, perangkatnya berpotensi masuk ke jaringan yang dikendalikan pihak lain.
Karena itu, sebelum menyambungkan laptop atau smartphone, pengguna sebaiknya memastikan nama jaringan dan metode login kepada resepsionis hotel. Jangan hanya mengandalkan nama Wi-Fi yang muncul di daftar jaringan perangkat.
Wi-Fi Resmi Bukan Berarti Sepenuhnya Aman
Masalahnya tidak berhenti pada jaringan palsu. Bahkan ketika pengguna sudah memastikan bahwa Wi-Fi tersebut benar-benar milik hotel, keamanan data tetap perlu diperhatikan.
SlashGear mencatat adanya kasus keamanan seperti kampanye malware DarkHotel. Dalam kasus tersebut, perangkat di sejumlah hotel pernah menjadi bagian dari serangan yang dimanfaatkan untuk menyebarkan perangkat lunak berbahaya melalui pembaruan software palsu.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pengguna tidak seharusnya menganggap jaringan resmi sebagai jaminan keamanan mutlak. Ancaman dapat muncul dari berbagai sisi, termasuk perangkat, layanan jaringan, maupun teknik penipuan yang digunakan untuk mendapatkan akses ke data.
Hindari Aktivitas Sensitif
Halaman Selanjutnya
Risiko tersebut menjadi alasan mengapa pengguna sebaiknya tidak sembarangan melakukan aktivitas sensitif ketika menggunakan Wi-Fi publik.

2 days ago
10













