VIVA –Mengetahui kadar gula darah penting bagi penyandang diabetes. Namun, pengelolaan gula darah sebenarnya tidak cukup hanya dengan mengetahui berapa angkanya pada satu waktu. Hal yang tak kalah penting adalah memahami bagaimana kadar gula darah berubah dari waktu ke waktu dan seberapa lama berada dalam rentang yang ditargetkan.
Pakar diabetes dari International Diabetes Center, Richard M. Bergenstal, MD, menjelaskan bahwa pemantauan gula darah dapat membantu pasien dan tenaga kesehatan melihat pola kadar glukosa. Dalam pembahasan mengenai time in range, Bergenstal bersama kelompok ahli internasional merekomendasikan agar pengelolaan diabetes tidak hanya melihat satu ukuran, tetapi juga memperhatikan berapa lama gula darah berada dalam rentang sasaran.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Untuk sebagian besar orang dewasa dengan diabetes yang menggunakan CGM, konsensus internasional menetapkan time in range pada kisaran 70-180 mg/dL sebagai salah satu indikator penting. Target umumnya adalah berada dalam rentang tersebut lebih dari 70 persen waktu, meski sasaran tetap perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien.
Pemantauan pola gula darah inilah yang kemudian berkembang melalui teknologi continuous glucose monitoring (CGM). Teknologi tersebut memungkinkan kadar glukosa dipantau secara berkelanjutan, sehingga perubahan kadar gula darah tidak hanya terlihat sebagai satu angka.
Hal ini sejalan dengan peluncuran LinX CGM oleh PT Etana Biotechnologies Indonesia bersama MicroTech Medical di Indonesia. LinX memberikan pembacaan glukosa secara berkelanjutan, sehingga dokter dan pasien dapat melihat pola perubahan glukosa dan time in range, bukan hanya angka pada satu titik waktu. Data tersebut menjadi dasar pengambilan keputusan klinis serta penyesuaian pola makan, aktivitas fisik, dan terapi.
PERKENI juga menilai pemantauan gula darah sebagai bagian penting dalam pengelolaan diabetes dan menyebut CGM dapat memberikan gambaran profil glukosa yang lebih komprehensif.
"Perkembangan teknologi CGM membuka kesempatan bagi dokter maupun pasien untuk memperoleh gambaran profil glukosa yang lebih komprehensif, termasuk pola perubahan glukosa dan time in range, sehingga dapat mendukung pengambilan keputusan klinis yang lebih baik," kata Ketua PERKENI, Prof. Dr. dr. Em Yunir, Sp.PD, K-EMD.
Halaman Selanjutnya
Sementara itu, Presiden Direktur Etana, Nathan Tirtana menjelaskan bahwa tantangan pihaknya saat ini bukan hanya bagaimana menghadirkan inovasi, tetapi juga bagaimana memastikan inovasi tersebut dapat diakses oleh lebih banyak pasien.

3 hours ago
2











