Kilang Minyak Diserang, Warga Rusia Beralih ke Mobil Listrik

3 hours ago 3

Jumat, 11 September 2026 - 18:00 WIB

Moskow, VIVA – Penjualan mobil listrik di Rusia mengalami lonjakan tajam di tengah kelangkaan bahan bakar yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir. Kondisi tersebut muncul setelah serangkaian serangan terhadap kilang minyak Rusia mengganggu produksi dan pasokan bensin di sejumlah wilayah.

Berdasarkan data lembaga analisis Autostat yang dikutip VIVA Otomotif Jumat 11 September 2026, penjualan mobil listrik dan plug-in hybrid baru mencapai 26.543 unit pada Juni hingga Agustus 2026. Angka tersebut melonjak sekitar 118 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencatat 12.187 unit. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kenaikan tersebut terjadi ketika serangan Ukraina terhadap sejumlah fasilitas pengolahan minyak Rusia semakin intensif sejak awal Juni. Gangguan terhadap kilang membuat produksi bensin Rusia turun hingga sekitar 70 persen dari kebutuhan domestik pada akhir Agustus, sehingga pasokan bahan bakar menjadi lebih terbatas. 

Dampaknya mulai dirasakan masyarakat di sejumlah wilayah Rusia. Antrean panjang di stasiun pengisian bahan bakar dilaporkan terjadi, sementara beberapa daerah memberlakukan pembatasan penjualan bensin dan pemerintah Rusia juga menghentikan ekspor bensin untuk membantu menjaga pasokan dalam negeri. 

Situasi tersebut membuat sebagian pengendara mulai mempertimbangkan kendaraan yang tidak menggunakan bensin. Mobil listrik menjadi salah satu alternatif, meskipun konsumen Rusia juga dilaporkan mempertimbangkan kendaraan yang dapat dikonversi menggunakan bahan bakar gas. 

Rusia sendiri sebenarnya merupakan salah satu negara penghasil minyak utama dunia, sehingga selama ini ketersediaan bahan bakar domestik bukan menjadi persoalan besar. Harga bensin yang relatif murah juga menjadi salah satu faktor yang membuat mobil listrik belum berkembang secepat di sejumlah negara lain. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Namun, gangguan terhadap kapasitas pengolahan minyak mengubah situasi tersebut. Menurut laporan Reuters, sebagian besar mobil listrik dan plug-in hybrid yang dijual di Rusia berasal dari China, sementara peningkatan permintaan juga sempat menghadapi keterbatasan pasokan karena produsen dan importir tidak memperkirakan lonjakan kebutuhan. 

Meski tumbuh pesat, kendaraan listrik masih menjadi bagian kecil dari pasar otomotif Rusia. Reuters mencatat EV dan plug-in hybrid menyumbang sekitar 4,3 persen dari total penjualan mobil Rusia, dengan perkembangan pasar masih menghadapi kendala seperti keterbatasan jaringan pengisian daya, jarak antarkota yang sangat jauh, serta kondisi cuaca yang ekstrem. 

Halaman Selanjutnya

Artinya, lonjakan penjualan tersebut belum serta-merta menunjukkan perubahan besar menuju kendaraan listrik di Rusia. Akan tetapi, krisis pasokan bensin memperlihatkan bagaimana faktor di luar industri otomotif dapat mengubah pertimbangan konsumen ketika kendaraan berbahan bakar minyak semakin sulit digunakan.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |