Jarang Tersorot, Begini Potret Terbaru Damar Wicaksono, Putra Dono Warkop yang Jadi Ahli Nuklir

22 hours ago 4

Rabu, 5 Agustus 2026 - 07:07 WIB

VIVA – Nama Dono Warkop masih dikenang sebagai salah satu komedian paling cerdas di Indonesia. Di balik kesuksesannya menghibur masyarakat bersama Warkop DKI, Dono juga meninggalkan warisan lain yang tak kalah membanggakan, yakni anak-anak yang berprestasi. 

Salah satunya adalah putra keduanya, Damar Canggih Wicaksono, yang memilih meniti karier di dunia sains hingga dikenal sebagai ahli nuklir.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berbeda dengan sang ayah yang berkecimpung di dunia hiburan, Damar lebih banyak menghabiskan waktunya di lingkungan akademik dan penelitian. Tak heran jika sosoknya jarang tersorot publik. 

Namun, perjalanan pendidikan dan kariernya kerap menuai kekaguman karena berhasil menembus sejumlah institusi ternama di Eropa.

Lulus Cum Laude dari UGM hingga Raih Gelar Doktor di Swiss

Berdasarkan data Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PD Dikti), Damar Canggih Wicaksono menempuh pendidikan S1 di Program Studi Teknik Nuklir Universitas Gadjah Mada (UGM). Ia masuk pada 2004 dan berhasil menyelesaikan studinya pada 2009 dengan predikat cum laude serta meraih IPK 3,92.

Prestasi tersebut membawanya memperoleh Swiss Government Excellence Scholarship untuk melanjutkan pendidikan ke École Polytechnique Fédérale de Lausanne (EPFL), Swiss.

Pada jenjang magister, Damar mengambil bidang nuclear engineering di EPFL pada 2010 hingga 2012. Dalam periode yang sama, ia juga tercatat menjalani studi di ETH Zurich pada bidang teknik nuklir.

Semangatnya dalam dunia riset tak berhenti sampai di situ. Damar melanjutkan pendidikan doktoral di EPFL pada bidang fisika. Setelah menempuh studi selama lima tahun, ia resmi meraih gelar Doctor of Philosophy (PhD) pada 2018.

Berkarier di Sejumlah Lembaga Penelitian Bergengsi

Bekal pendidikan yang dimiliki mengantarkan Damar berkarier di berbagai institusi riset dan fasilitas nuklir ternama di Eropa.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Perjalanan profesionalnya dimulai sebagai Safety Analyst Intern di Leibstadt Nuclear Power Plant pada Juli hingga Oktober 2011. Selanjutnya, ia menjadi Analyst Intern di Paul Scherrer Institut (PSI) pada Agustus hingga November 2012.

Mulai Januari 2013 hingga Februari 2018, Damar dipercaya sebagai Doctoral Assistant di Laboratory for Reactor Physics and Systems Behaviour, PSI. Setelah menyelesaikan pendidikan doktoralnya, ia melanjutkan karier sebagai Postdoctoral Researcher pada Chair of Risk, Safety and Uncertainty Quantification di ETH Zurich sejak Juni 2018 hingga Februari 2021.

Halaman Selanjutnya

Sejak Juli 2021, Damar diketahui menjadi Postdoctoral Researcher di Center for Advanced Systems Understanding, Helmholtz-Zentrum Dresden-Rossendorf (HZDR), Jerman.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |