VIVA – Persija Jakarta mulai menggeser fokus persiapan dari tempaan fisik menuju pematangan taktik selama menjalani training camp di Thailand. Setelah melewati pekan pertama dengan program latihan intensif, Shin Tae-yong kini ingin melihat sejauh mana para pemain mampu menerapkan pola permainan yang telah disiapkan tim pelatih.
Persija sebelumnya telah menjalani latih tanding menghadapi Police Tero pada 19 Agustus 2026. Pertandingan tersebut berakhir dengan kemenangan Macan Kemayoran, tetapi hasil akhir bukan menjadi ukuran utama bagi Shin Tae-yong.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Pelatih asal Korea Selatan itu justru lebih menaruh perhatian terhadap respons pemain setelah menjalani latihan fisik dengan intensitas tinggi. Selama pekan pertama pemusatan latihan, para pemain Persija mendapatkan menu latihan dua kali sehari yang diarahkan untuk meningkatkan kebugaran, daya tahan, sekaligus kesiapan menghadapi kompetisi musim 2026-2027.
Beban tersebut membuat kondisi fisik pemain belum sepenuhnya pulih ketika menghadapi Police Tero. Karena itu, pertandingan pertama lebih banyak dimanfaatkan tim pelatih untuk melihat respons tubuh pemain sekaligus kemampuan mereka menjalankan instruksi di tengah kondisi fisik yang belum ideal.
Shin Tae-yong menilai situasi tersebut justru memberikan gambaran penting mengenai perkembangan skuadnya. Meski kaki pemain masih terasa berat setelah menjalani latihan fisik, tenaga mereka mulai menunjukkan peningkatan.
“Tubuh memang masih terasa berat, tetapi secara fisik tenaga para pemain sudah jauh lebih bertambah,” ujar Shin Tae-yong dalam keterangannya.
Kondisi tersebut membuat kemenangan atas Police Tero tidak menjadi satu-satunya hal yang diperhitungkan. Bagi Shin Tae-yong, proses membangun tim membutuhkan evaluasi yang lebih menyeluruh, terutama bagaimana pemain memahami dan menerjemahkan skema permainan yang diinginkan.
Persija pun mulai memasuki tahap berbeda dalam training camp mereka. Setelah fondasi fisik ditempa secara intensif, fokus berikutnya diarahkan pada pembentukan identitas permainan.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Shin Tae-yong menyadari bahwa pola permainan tidak mungkin terbentuk hanya melalui satu atau dua sesi latihan. Pemain membutuhkan waktu untuk memahami pergerakan, koordinasi antarlini, hingga pengambilan keputusan ketika berada di dalam pertandingan.
Karena itu, uji coba kedua Persija akan menjadi kesempatan penting untuk melihat perkembangan tersebut. Macan Kemayoran dijadwalkan menghadapi Chiangrai United pada Sabtu, 22 Agustus 2026.
Halaman Selanjutnya
Dalam pertandingan tersebut, Shin Tae-yong berencana memberikan kesempatan lebih besar kepada komposisi tim utama. Tujuannya bukan sekadar mengejar hasil, melainkan memperkuat pola permainan yang mulai dibangun selama pemusatan latihan.

5 days ago
7
















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9310865/original/081850900_1785378315-cropped-2d7f636b-2380-40cc-a881-ea61c56069f5.jpg)

