Jepang Masih Jadi Destinasi Favorit Musim Semi Wisatawan Asia

3 hours ago 1

Rabu, 11 Maret 2026 - 13:44 WIB

Jepang, VIVA – Musim semi selalu menjadi salah satu periode paling dinantikan oleh para pelancong di Asia. Selain cuaca yang lebih bersahabat, musim ini juga identik dengan berbagai fenomena alam yang hanya muncul dalam waktu terbatas, seperti mekarnya bunga sakura.

Survei terbaru yang dilakukan oleh Klook melalui laporan Spring Readiness Index menunjukkan bahwa Jepang masih menjadi tujuan utama wisatawan Asia untuk perjalanan musim semi. Berdasarkan data dari sekitar 900 responden di 9 pasar Asia—termasuk Indonesia, Singapura, Malaysia, Thailand, hingga India—sebanyak 78 persen wisatawan memilih Jepang sebagai destinasi musim semi. Scroll untuk tahu lebih lanjut, yuk!

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Di posisi berikutnya terdapat South Korea dengan 52 persen, serta China dengan 42 persen. Sebagian besar responden menyebutkan bahwa mereka ingin berkunjung pada periode Maret hingga April untuk menikmati atraksi khas musim semi, terutama pemandangan bunga yang hanya dapat dinikmati pada waktu tertentu.

Menurut Vice President Global Marketing Klook, Marcus Yong, pola perjalanan wisatawan saat ini menunjukkan perubahan yang cukup menarik.

“Melalui Spring Readiness Index, kami melihat bagaimana wisatawan kini menerapkan fleksibilitas yang lebih besar dalam merencanakan perjalanan, sambil tetap memprioritaskan pengalaman yang paling bermakna bagi mereka, mulai dari menjelajahi budaya lokal hingga mencicipi kuliner khas. Insight ini juga membantu membentuk cara Klook dalam mendukung wisatawan, baik secara daring maupun di lapangan, sepanjang musim perjalanan berlangsung,” ujar Marcus dalam keterangannya, dikutip Rabu 11 Maret 2026. 

Temuan tersebut juga sejalan dengan laporan Travel Pulse 2026 dari Klook yang menyebutkan bahwa fenomena alam musiman—seperti musim bunga sakura—menjadi salah satu pengalaman yang paling ingin dikejar wisatawan tahun ini.

Tren Baru: Liburan Multi-Destinasi

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selain menentukan waktu perjalanan berdasarkan fenomena alam, wisatawan kini juga semakin tertarik menjelajahi lebih dari satu tempat dalam satu perjalanan.

Laporan Travel Pulse menunjukkan bahwa sekitar dua pertiga wisatawan berencana mengunjungi lebih dari satu destinasi dalam satu perjalanan. Tren ini menandai pergeseran dari itinerary satu kota menjadi perjalanan yang lebih eksploratif.

Halaman Selanjutnya

Kota besar kini sering dijadikan titik awal sebelum melanjutkan perjalanan ke destinasi lain yang lebih tenang atau belum terlalu ramai wisatawan. Data internal Klook pada periode Maret–April 2025 bahkan menunjukkan meningkatnya minat pada sejumlah kota yang sebelumnya kurang populer.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |