Kader Demokrat Aceh Diminta Jaga Soliditas dan Hormati Proses Musda

5 hours ago 3

Senin, 3 Agustus 2026 - 21:38 WIB

Jakarta, VIVA – Anggota DPRA sekaligus kader Partai Demokrat, Nurdiansyah Alasta mengajak seluruh kader Partai Demokrat Aceh menjaga persatuan dan kekompakan menjelang Musyawarah Daerah (Musda) Partai Demokrat Aceh pada 19 Agustus 2026.

Menurut dia, Musda merupakan forum demokrasi internal yang harus dijalankan menjunjung tinggi aturan organisasi, semangat kekeluargaan, dan kedewasaan politik. Kata dia, perbedaan pandangan maupun pilihan dalam proses tersebut merupakan hal wajar selama tidak mengganggu soliditas partai.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Partai Demokrat telah memiliki aturan main Musda yang jelas, terbuka, dan demokratis. Seluruh tahapan diatur melalui mekanisme organisasi sehingga setiap kader memiliki kewajiban untuk menghormati proses yang sedang berjalan,” kata Nurdiansyah dalam keterangannya, Senin, 3 Agustus 2026.

Ia meyakini Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) akan mengambil keputusan terbaik bagi kepentingan organisasi berdasarkan aturan partai dan berbagai pertimbangan yang objektif.

“Saya meyakini Ketum AHY akan mengambil keputusan yang terbaik demi masa depan Partai Demokrat Aceh. Sebagai kader, tugas kita adalah menjaga persatuan, menghormati mekanisme organisasi, serta menerima setiap keputusan partai dengan penuh tanggung jawab,” ujarnya.

Nurdiansyah mengingatkan seluruh kader agar menjaga etika politik selama proses Musda berlangsung. Ia meminta tidak ada pihak yang menyebarkan fitnah, membangun opini yang menyesatkan, maupun mengatasnamakan Ketua Umum untuk memengaruhi sikap kader.

“Mari kita menjaga etika politik. Jangan menyebarkan fitnah, jangan memecah belah sesama kader, dan jangan ada pihak yang mengatasnamakan atau menjual nama Ketua Umum untuk kepentingan tertentu. Jika ada keputusan resmi, tentu akan disampaikan melalui mekanisme organisasi,” tegasnya.

Lebih lanjut, Nurdiansyah menilai energi kader seharusnya difokuskan untuk memperkuat organisasi dan meningkatkan pengabdian kepada masyarakat, bukan memperuncing perbedaan menjelang Musda.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Musda hanya berlangsung beberapa saat, tetapi perjuangan membesarkan Partai Demokrat adalah tugas kita bersama untuk jangka panjang,” imbuhnya.

Ia menegaskan siapa pun yang mendapat amanah memimpin, seluruh kader harus bersatu, menjalankan roda organisasi dengan baik, memperkuat konsolidasi hingga ke akar rumput, serta fokus pada kerja-kerja partai yang bermanfaat bagi masyarakat.

Halaman Selanjutnya

Menurutnya, kekuatan Partai Demokrat Aceh tidak ditentukan oleh siapa yang terpilih dalam Musda, melainkan kemampuan seluruh kader menjaga persatuan dan bekerja bersama demi kepentingan masyarakat.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |