Kapolda Banten Ungkap Temuan Pelampung di Perairan Selat Sunda Bukan Milik Kapal Jurnalis yang Hilang

2 days ago 6

Jumat, 11 September 2026 - 16:22 WIB

Pandeglang, VIVA – Kapolda Banten Irjen Pol Hengki memastikan temuan pelampung dari hasil pencarian di hari ketiga, Kamis, 10 September 2026 bukan milik kapal tim jurnalis yang hilang kontak saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau pada Senin, 7 September 2026.

"Berdasarkan hasil pemeriksaan (pelampung) bukan merupakan milik Kapal Arupadhatu 1 yang sampai sekarang belum ditemukan. Life jacket warna oranye dan pelampung warna putih bukan alat-alat keselamatan yang dimiliki oleh kapal Arupadhatu," kata Irjen Hengki seperti dilansir dari Antara Jumat, 11 September 2026.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Hal tersebut juga diperkuat berdasarkan keterangan dari pemilik Kapal Arupadhatu 1, Sandi, yang telah diinvestigasi oleh pihak kepolisian.

Sandi saat dikonfirmasi di lokasi yang sama juga memastikan pelampung yang ditemukan oleh KAL Anyer I-3-64 pada operasi pencarian di hari ketiga bukan merupakan peralatan keselamatan milik kapal yang disewakannya untuk tim jurnalis berangkat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau pada Senin, 7 September 2026.

​"Saya tadi sudah dimintai keterangan oleh pihak yang berwajib, boleh Polairud, saya pastikan (pelampung) bukan milik saya," ujar dia.

Sandi menegaskan kapalnya telah dilengkapi dengan peralatan keselamatan yang lengkap ketika berangkat dengan beragam warna.

"Saya tidak bisa memastikan life jacket, karena warnanya (di masing-masing kapal) beragam, ada biru, merah, tapi itu minimal ada 10 karena life jacket itu kalau milik kita untuk wisata, itu digunakan untuk snorkeling oleh tamu-tamu, jadi, dipastikan lebih dari 10," tuturnya.

Sementara itu, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) mengerahkan 13 kapal di hari keempat pencarian lima jurnalis hilang kontak saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau ke empat sektor.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kepala Kantor SAR Banten Al Amrad menyebutkan ke-13 alutsista yang diterjunkan untuk operasi hari keempat, yakni KRI Kerambit 627, KN SAR Tetuka, KP Hayabusa, KN SAR Basudewa, KRI Leuser 924, KAL Anyer, KP Sanjaya, RIB 02 Banten, RBB P Peucang, RIB Lampung, KAL Pahowang, TB Gunung Santri, dan KRI Lepu.

"Untuk hari ini, kami menggerakkan 13 alutsista yang terbagi dalam empat sektor," katanya.

Gunung Anak Krakatau Erupsi

BNPB Ungkap Status Gunung Anak Krakatau Masih Siaga, Masyarakat Diimbau Tetap Waspada

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menegaskan tingkat aktivitas Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda hingga kini masih bertahan pada Level III (Siaga).

img_title

VIVA.co.id

11 September 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |