Kelakar Donald Trump, AS Jadi Produsen Minyak Nomor 1 Dunia

3 days ago 5

Kamis, 10 September 2026 - 23:25 WIB

VIVA - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan jika negaranya kini telah menjadi produsen minyak terbesar di dunia, dengan mengecualikan cadangan minyak Venezuela yang sangat besar, yang baru-baru ini dimasukkan AS ke dalam cadangannya.

Berbicara dalam sebuah rapat umum di Dallas, Texas, Trump menyambut baik kesepakatan energi yang melibatkan cadangan minyak terbukti Venezuela yang diperkirakan sekitar 65 miliar barel.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia menyebut kesepakatan tersebut berpotensi menjadi kesepakatan terbesar dalam sejarah negara itu. “Sekarang kami adalah yang terbesar di dunia, dan itu belum termasuk Venezuela, yang baru saja kami tambahkan ke dalam cadangan kecil kami,” kata Trump, seperti dikutip dari Anadolu Ajansi.

Gedung Putih mengumumkan rincian kesepakatan energi tersebut. Berdasarkan kesepakatan itu, North American Blue Energy Partners (NABEP) akan memberikan 35 persen saham ekuitas di perusahaan induknya kepada Office of Strategic Capital di bawah Departemen Perang AS (Pentagon), tanpa membebani pembayar pajak AS.

Departemen Luar Negeri AS juga akan memiliki hak untuk membeli 20 persen dari hasil produksi sesuai dengan biaya produksinya. Gedung Putih mengatakan NABEP telah mendapatkan konsesi selama 100 tahun yang mencakup 17 ladang minyak.

Namun, Penjabat Presiden Venezuela Delcy Rodriguez sebelumnya menyebut kesepakatan tersebut sebagai perjanjian berdurasi 25 tahun.

Menurut Gedung Putih, kesepakatan itu diperkirakan menghasilkan royalti dan pajak senilai US$200 miliar (Rp3.517 triliun) selama 25 tahun pertama. Dana tersebut akan dialokasikan untuk pembangunan kembali Venezuela dan pengembangan sektor sosial.

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa

Purbaya Pastikan Anggaran Masih Cukup Hadapi Lonjakan Harga Minyak Dunia di Atas US$100 Per Barel

Purbaya memastikan, anggaran negara masih cukup dalam menghadapi lonjakan harga minyak dunia, yang dikabarkan telah melampaui angka US$100 per barel imbas konflik Iran-AS

img_title

VIVA.co.id

10 September 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |