Aceh, VIVA – Dalam rangka menindaklanjuti Rencana Induk Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (Renduk PRRPB) Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, Kementerian Perhubungan terus mempersiapkan penguatan infrastruktur transportasi di wilayah terdampak sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana di masa mendatang.
Menindaklanjuti arahan pimpinan dan hasil rapat Satgas PRRPB, Robby Kurniawan, Staf Ahli Menteri Perhubungan Bidang Kawasan dan Lingkungan sekaligus PIC Kementerian Perhubungan dalam Satgas PRRPB, melakukan peninjauan langsung ke Bandara Blangkejeren, Kabupaten Gayo Lues, Aceh.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Bandara Blangkejeren memiliki peran strategis dalam mendukung konektivitas wilayah dan pada masa tanggap darurat berperan penting untuk evakuasi, mobilisasi personel, serta distribusi bantuan dan logistik ke wilayah terdampak bencana di Gayo Lues dan sekitarnya.
Saat ini kapasitas bandara masih terbatas, dengan runway sekitar 810 x 23 meter dan fasilitas pendukung yang belum memadai, sehingga belum dapat melayani pesawat angkut berkapasitas besar seperti C-130 Hercules.
Karena itu, Pemerintah Kabupaten Gayo Lues, Satgas PRRPB, dan kementerian/lembaga terkait mendorong peningkatan kapasitas Bandara Blangkejeren sebagai bagian dari penguatan konektivitas sekaligus kesiapsiagaan bencana.
“Infrastruktur transportasi di wilayah rawan bencana tidak hanya harus melayani mobilitas dalam kondisi normal, tetapi juga harus siap menjadi bagian dari sistem evakuasi dan distribusi logistik ketika terjadi keadaan darurat,” ujar Robby.
Atas arahan dan persetujuan pimpinan Kementerian Perhubungan, peningkatan Bandara Blangkejeren telah diusulkan dalam Renduk PRRPB.
Pada 2026 tengah dipersiapkan master plan/Rencana Tata Teknik (RTT), dokumen lingkungan/AMDAL, serta Detailed Engineering Design (DED), sedangkan tahapan konstruksi direncanakan secara bertahap pada 2027–2028.
Sejalan dengan kebutuhan perpanjangan runway dan pengembangan fasilitas bandara, Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara juga telah berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Gayo Lues untuk menginventarisasi kebutuhan lahan dan mempersiapkan proses pengadaan tanah.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Dalam kunjungan tersebut, Robby didampingi jajaran Direktorat Jenderal Perhubungan Udara dan Kepala Bandara Rembele serta diterima Kepala Satuan Pelayanan Bandara Blangkejeren bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Gayo Lues.
“Kita ingin memastikan seluruh prasyarat pembangunan dipersiapkan sejak awal, sehingga ketika memasuki tahap konstruksi program dapat berjalan efektif, tepat waktu, dan memberikan manfaat optimal bagi masyarakat,” jelas Robby.
Halaman Selanjutnya
Peningkatan Bandara Blangkejeren diharapkan tidak hanya memperkuat konektivitas dan mendukung perekonomian Gayo Lues, tetapi juga membangun sistem transportasi yang lebih tangguh dan responsif terhadap bencana.

6 days ago
1
















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9310865/original/081850900_1785378315-cropped-2d7f636b-2380-40cc-a881-ea61c56069f5.jpg)

