VIVA – Persoalan kewajiban pajak menjadi perhatian bagi pelaku usaha ketika bisnis yang dijalankan semakin berkembang. Kondisi tersebut turut dialami Aldi Taher yang belakangan menyoroti urusan pajak bisnis kuliner miliknya, Aldi’s Burger.
Melalui unggahan di Instagram, Aldi Taher mengakui bahwa urusan pajak daerah untuk usahanya masih dalam proses penataan. Ia menyebut manajemen Aldi’s Burger kini tengah menyiapkan berbagai hal yang berkaitan dengan kewajiban tersebut.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Aldi Taher menyampaikan persoalan tersebut setelah muncul sorotan mengenai pajak yang belum dibayarkan oleh usaha burger miliknya. Alih-alih menghindari pembahasan, ia justru memberikan penjelasan melalui media sosial.
Dalam unggahannya, Aldi mengungkap perjalanan Aldi’s Burger yang bermula dari usaha rumahan di kawasan Cempaka Putih. Dari awalnya hanya memiliki beberapa karyawan, bisnis tersebut kini disebut telah berkembang dengan jumlah pekerja mencapai lebih dari 30 orang.
"Asli sebenernya malu di tempelin ginian di outlet cempaka putih,hehehe tapi BISMILLAH pak gub sayangku @pramonoanungw ijin ALHAMDULILLAH doa ibu aku ayah aku istri anak dan semua gak nyangka sampe sebesar ini @aldis.burger dari UMKM rumahan cempaka putih karyawan 4 orang skrg 30 orang lebih (ALHAMDULILLAH buka lapangan kerja in this ekonomi ) INSYA ALLAH skrg menanjak INSYA ALLAH menjadi brand grow up,management kami bang bos @rdamahi dan team ustadz firly sedang menyusun pajak daerah nya,” tulis Aldi Taher.
“BISMILLAH BISMILLAH doain ya @aldis.burger bisa terus menyenangkan semua nya bermanfaat berkah,oia INSYA ALLAH @aldis.burger bandung tgl 22 agustus 2026 akan opening,INSYA ALLAH bapak @kdm_jawabarat,” tambahnya.
Dalam pernyataannya, Aldi tidak secara rinci menjelaskan besaran kewajiban pajak maupun alasan pembayaran pajak tersebut belum rampung. Namun, ia menegaskan bahwa manajemen bersama tim yang menangani bisnis tersebut sedang mengurus pajak daerah.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Aldi juga menceritakan bagaimana bisnis tersebut berkembang dari skala yang relatif kecil. Aldi’s Burger disebut bermula dari usaha rumahan di Cempaka Putih dengan hanya empat karyawan.
Seiring waktu, jumlah tenaga kerja bertambah menjadi lebih dari 30 orang. Menurut Aldi, perkembangan tersebut menjadi salah satu hal yang ia syukuri karena bisnisnya dapat membuka lapangan pekerjaan.
Panen Kritik Gara-gara Terobos Panggung The Sounds Project, Aldi Taher Akhirnya Minta Maaf: Aku Khilaf
Aldi Taher meminta maaf setelah aksinya menerobos panggung The Sounds Project menuai kritik. Ia mengaku khilaf dan menyebut kejadian itu sebagai pelajaran.
VIVA.co.id
11 Agustus 2026

2 weeks ago
24
















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9310865/original/081850900_1785378315-cropped-2d7f636b-2380-40cc-a881-ea61c56069f5.jpg)

