Jumat, 6 Maret 2026 - 11:00 WIB
Korea Utara, VIVA – Di tengah serangan gabungan Amerika Serikat-Israel terhadap Iran pekan ini, pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un juga jadi sorotan. Baru-baru ini, Kim Jong Un terlihat meninjau kapal perang destroyer yang baru dibangun sekaligus menyaksikan uji peluncuran ‘rudal jelajah strategis’.
Langkah yang diambil oleh Kim Jong Un ini mendapat sorotan dari para analis. Mereka menilai langkah ini menunjukkan Pembangunan kekuatan Angkatan laut menjadi bagian penting dari strategi penangkal nuklir Pyongyang yang terus berkembang.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Melansir laman SCMP, Jumat 6 Maret 2026 Kim Jong un dilaporkan melakukan kunjungan selama dua hari di kapal perang destroyer Choe Hyeon yang berbobot 5.000 ton itu. Inspeksi ini berlangsung ketika Korea Utara tengah mencermati serangan militer Amerika Serikat baru-baru ini terhadap Iran, serta menjelang latihan militer gabungan Amerika Serikat dan Korea Selatan yang dijadwalkan dimulai Senin mendatang 9 Maret 2026.
Dalam peninjauannya itu, Kim memuji kapal perang Choe Hyein sebagai simbol baru kemampuan pertahanan laut Korea Utara setelah menyelesaikan pelayaran uji coba awalnya pada Selasa kemarin.
Di saat yang sama Kim Jong Unjuga menegaskan tekadnya untuk membangun angkatan laut paling kuat, seiring upaya Korea Utara memperluas platform yang mampu membawa senjata nuklir, baik pada kapal perang permukaan maupun kapal selam.
“Kekuatan Angkatan Laut kami untuk melakukan serangan dari bawah maupun dari atas permukaan laut akan berkembang pesat. Persenjataan nuklir bagi angkatan laut berjalan dengan kemajuan yang memuaskan,” ujar Kim seperti dikutip Kantor Berita Pusat Korea (KCNA).
Dalam laporan surat kabar resmi Partai Buruh, Rodong Sinmun, Kim juga mengatakan, bahwa jika masih ada pihak yang masih meragukan kekuatan pertahana Korea Utara. Maka bisa diartikan pihak tersebut akan menjadi musuh Korea Utara.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
“Jika ada pihak yang masih meragukan penguatan kemampuan pertahanan kami, keraguan itu sendiri berarti mereka akan segera menjadi musuh kami,” kata dia.
Sementara itu, para analis menilai unjuk kekuatan laut ini dimaksudkan sebagai sinyal kepada Washington bahwa serangan dari laut di masa depan akan menghadapi risiko yang lebih besar, meskipun Pyongyang menegaskan bahwa peningkatan militernya bersifat defensif.
Halaman Selanjutnya
“Iran dan latihan militer gabungan AS–Korea Selatan yang akan dimulai pada 9 Maret tampaknya cukup memengaruhi pemikiran Kim,” kata peneliti senior di Korea Institute for National Unification, Hong Min.

5 days ago
3










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5479806/original/021929400_1768990958-makanan_beku_sehat.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3429214/original/050982400_1618458325-dan-dealmeida-4aM_QE-HRLw-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500390/original/054028400_1770863825-IMG01145.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5124902/original/069816200_1738908499-glass-water-ai-generated.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5523066/original/035189100_1772787502-andi_campak.jpeg)

