VIVA –Kental manis kerap digunakan sebagai campuran makanan dan minuman karena rasanya yang manis. Namun, konsumsi terlalu banyak dan terlalu sering dapat meningkatkan asupan gula harian. Jika tidak dikonsumsi dengan bijak, asupan gula berlebih dapat meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan. Oleh karena itu, penggunaan susu kental manis perlu diperhatikan, terutama pada anak-anak
Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) juga mengatur bahwa produk kental manis digunakan sebagai topping, pelengkap, atau bahan baku olahan makanan dan minuman, bukan sebagai minuman yang menjadi sumber gizi utama. Peringatan senada disampaikan oleh Dokter Spesialis Gizi Klinik RS Qolbu Insan Mulia Batang, dr. Osa Endiputra, M.Sc., Sp.G.K., AIFO-K.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Ia mengingatkan bahwa kental manis sama sekali tidak dapat disamakan dengan susu yang berfungsi memenuhi kebutuhan gizi anak. Menurutnya, kandungan gula dalam produk tersebut jauh lebih dominan dibandingkan zat gizi yang dibutuhkan untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangan.
“Kental manis itu bukan susu. Hati-hati, susu kental manis itu bukan susu, itu gula. Gula bentuknya cair kental,” ujar dr. Osa dalam keterangannya, Kamis 10 September 2026.
Osa menjelaskan bahwa konsumsi minuman tinggi gula secara rutin dapat meningkatkan risiko kelebihan berat badan, obesitas, kerusakan gigi, hingga timbulnya penyakit tidak menular ketika anak beranjak dewasa. Selain ancaman fisik tersebut, anak yang terbiasa mengonsumsi susu kental manis berisiko mengalami ketergantungan terhadap rasa manis.
Hal ini membuat mereka lebih sulit menerima makanan atau minuman sehat lainnya dan berujung pada terganggunya nafsu makan anak secara keseluruhan. Di samping itu, penggunaan kental manis sebagai minuman harian dapat menciptakan salah kaprah gizi yang justru memperburuk ancaman stunting. Anak-anak yang mengonsumsinya akan merasa kenyang oleh kalori kosong dari gula, sehingga rasa lapar mereka terpuaskan sebelum sempat mendapatkan nutrisi penting lainnya seperti protein, vitamin, dan mineral.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Konsumsi kental manis juga mendapat sorotan dari Badan Gizi Nasional (BGN). Baru-baru ini, BGN secara resmi melarang penggunaan susu kental manis (SKM) dalam menu program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kebijakan tersebut diputuskan dalam rapat koordinasi BGN bersama Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Kementerian Pertanian, Kementerian Kesehatan, Kementerian Perindustrian, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), serta asosiasi industri dan koperasi susu.

3 days ago
6













