Korban Akhirnya Buka Suara Ungkap Kronologi Dugaan Kekerasan Seksual oleh Betrand Peto

14 hours ago 5

Minggu, 13 September 2026 - 20:57 WIB

VIVA – Kronologi dugaan pelecehan seksual yang menyeret nama Betrand Peto mulai terungkap dari kesaksian korban, perempuan berinisial ANW. Menurut kuasa hukumnya, ANW sebelumnya datang ke sebuah klub di kawasan SCBD bersama temannya hingga akhirnya mendapat ajakan untuk masuk ke sebuah private room.

ANW mengaku tiba di lokasi sekitar pukul 02.00 bersama seorang teman. Ia menyebut awalnya tidak memiliki kecurigaan apa pun ketika seorang staf klub menawarkan mereka untuk bergabung di room yang disebut ditempati BP.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ajakan tersebut kemudian diterima ANW dan temannya. Menurut kesaksiannya, seorang staf laki-laki lainnya sempat memastikan bahwa situasi di dalam room aman. Namun, situasi berubah ketika ANW kembali ke ruangan setelah mengambil telepon selulernya.

ANW Mengaku Ditarik ke Arah Toilet

ANW menuturkan, saat kembali ke private room, temannya ternyata sedang berada di toilet. Ia kemudian duduk di sofa yang berada di samping BP.

Tidak lama kemudian, ANW mengaku tangannya ditarik oleh BP. Saat itu, ia menyebut tidak langsung berpikiran negatif dan mengira dirinya diajak untuk mengecek temannya yang cukup lama berada di toilet.

Namun, menurut kesaksiannya, dugaan pelecehan justru terjadi ketika mereka sampai di depan pintu toilet.

"Saya kira dia ngajak saya untuk ngecek teman saya di toilet kenapa lama sekali,  ternyata di depan pintu toilet tersebut saya dilecehin," ujar ANW dalam keterangannya yang dikutip dari tayangan YouTube pada Minggu, 13 September 2026. 

Kuasa hukum ANW menyebut dugaan kejadian tersebut tidak hanya berkaitan dengan pelecehan seksual, tetapi juga dugaan kekerasan. Mereka menunjukkan sejumlah bukti yang disebut telah diserahkan kepada kepolisian, termasuk hasil visum serta dokumentasi luka pada bagian tubuh ANW.

Kuasa Hukum Minta Polisi Ungkap Fakta

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kuasa hukum ANW mengatakan pihaknya telah melaporkan dugaan pelecehan seksual yang mereka kaitkan dengan BP pada 12 September 2026. Sementara dugaan penganiayaan terhadap ANW juga disebut telah dilaporkan.

Mereka meminta Polda Metro Jaya mengusut perkara tersebut secara menyeluruh, termasuk memeriksa bukti-bukti dan keterangan pihak yang berada di lokasi.

Halaman Selanjutnya

"Sehingga apa dia memandang klien kami ini. Maka saya harap ini prosesnya harus berjalan sebagaimana mestinya," ujar kuasa hukum ANW.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |