Jakarta, VIVA – Jumlah korban meninggal dunia akibat gempa bumi yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali bertambah. Basarnas mencatat total korban meninggal dunia mencapai 51 orang berdasarkan pembaruan data hingga pukul 09.00 waktu setempat pada Minggu, 16 Agustus 2026.
Kepala Basarnas mengatakan angka tersebut meningkat dari data sebelumnya yang masih mencatat 48 korban meninggal dunia. Penambahan korban terjadi di sejumlah wilayah terdampak gempa.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"Update per pukul 09.00 adalah 51," kata Kepala Basarnas dalam pemaparan perkembangan operasi SAR.
Tiga Korban Ditemukan Meninggal di Manggarai Timur
Penambahan terbesar dalam pembaruan data terbaru berasal dari Kabupaten Manggarai Timur. Tim SAR mengevakuasi tiga warga dalam kondisi meninggal dunia.
Selain itu, jumlah korban meninggal dunia di wilayah Manggarai atau Reo juga bertambah satu orang. Sebelumnya, wilayah tersebut mencatat 23 korban meninggal dunia dan kini menjadi 24 orang.
Dengan adanya penambahan tersebut, total korban meninggal dunia akibat gempa NTT kini mencapai 51 orang.
Sementara itu, sebanyak 64 warga mengalami luka-luka dan luka berat serta mendapatkan perawatan.
Operasi SAR Masih Terkendala Longsor dan Listrik
Dalam operasi pencarian dan evakuasi, tim SAR gabungan masih menghadapi sejumlah kendala di lapangan.
Kepala Basarnas menyebut beberapa akses jalan darat masih terganggu akibat longsoran. Selain itu, terdapat sejumlah titik yang mengalami gangguan jaringan komunikasi dan kendala listrik.
Gangguan tersebut terutama terjadi di wilayah Manggarai Timur dan Nagekeo.
Meski demikian, tim SAR tetap menjaga komunikasi dengan memanfaatkan fasilitas Starlink. Teknologi tersebut digunakan agar seluruh unsur yang terlibat dalam operasi SAR di Flores tetap dapat terhubung.
Tim yang terlibat dalam operasi tersebut berasal dari berbagai unsur, mulai dari Basarnas, TNI, Polri, BPBD, pemerintah daerah, PMI, Tagana, hingga potensi SAR lainnya.
Helikopter Basarnas Dikerahkan ke Flores
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Pada hari kedua operasi, Basarnas juga memperkuat dukungan melalui jalur udara. Helikopter Basarnas telah bergabung dalam operasi dan pada pembaruan terakhir berada dalam perjalanan dari Bima menuju Labuan Bajo.
Kepala Basarnas mengatakan helikopter tersebut akan digunakan untuk mendukung proses evakuasi apabila terdapat warga yang membutuhkan penanganan melalui jalur udara.
Halaman Selanjutnya
Namun, ketika tidak ada warga yang harus dievakuasi menggunakan pesawat SAR, helikopter akan dimanfaatkan untuk mengangkut dan menggeser kebutuhan logistik.

1 week ago
10
















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9310865/original/081850900_1785378315-cropped-2d7f636b-2380-40cc-a881-ea61c56069f5.jpg)

