Selasa, 11 Agustus 2026 - 20:42 WIB
Bogota, VIVA – Jumlah korban tewas akibat gempa bumi yang mengguncang Kolombia pada Senin 10 Agustus bertambah menjadi 224 orang, seperti dilaporkan Reuters mengutip otoritas setempat pada Selasa.
Laporan sebelumnya menyebutkan 169 orang tewas dalam bencana tersebut. Otoritas Kolombia menetapkan status bencana nasional setelah gempa bumi bermagnitudo 7,4 itu terjadi.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Presiden Kolombia Abelardo de la Espriella menginstruksikan pemerintah dan pimpinan militer setempat untuk memastikan pendistribusian sumber daya yang diperlukan ke daerah-daerah terdampak bencana.
Gempa bumi bermagnitudo 7,4 melanda Kolombia pada Senin pagi 10 Agustus, dengan pusat gempa terletak dekat Kota San Jose del Palmar di Departemen Choco.
Getaran gempa juga dirasakan di sebagian besar wilayah Kolombia serta negara-negara tetangga.
Ratusan Orang Hilang
Presiden Kolombia Abelardo de la Espriella telah mengonfirmasi sedikitnya 188 orang di Departemen Valle del Cauca (Lembah Cauca) dilaporkan hilang setelah gempa kuat yang melanda negara tersebut, menurut laporan media BluRadio pada Selasa.
Sementara itu, di Kota Cali, sedikitnya 883 orang mencari pertolongan medis, kata Sekretaris Kesehatan Kota Cali, German Escobar.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"Saat ini, 883 orang yang terluka sedang dirawat di jaringan rumah sakit," kata Escobar di platform X.
Pada saat yang sama, tiga fasilitas medis terpaksa ditutup karena mengalami kerusakan infrastruktur, tambah Escobar. (Ant)
Viral! Status TikTok Terakhir Diduga Milik Siswi yang Tertemper KRL di Stasiun Jurangmangu, Berencana Akhiri Hidup?
Insiden tragis terjadi di Stasiun Jurangmangu, Tangerang Selatan, Banten, setelah seorang siswi SMA kelas 10 meninggal dunia akibat tertemper Kereta Rel Listrik (KRL).
VIVA.co.id
11 Agustus 2026

2 weeks ago
25
















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9310865/original/081850900_1785378315-cropped-2d7f636b-2380-40cc-a881-ea61c56069f5.jpg)

