Jakarta, VIVA – Perusahaan global solusi air dan hunian berkelanjutan LIXIL, menggelar LIXIL Day of Architecture & Design (LDAD) 2026. mempertemukan arsitek dan praktisi desain dari Indonesia dan mancanegara dengan pelaku serta profesional di industri, untuk mengeksplorasi bagaimana kolaborasi lintas perspektif dapat membentuk masa depan arsitektur dan kualitas ruang hidup yang lebih baik.
Mengusung tema “ARCHIPELAGO DIALOGUES: Architecture as a Space of Co-Creation”, edisi keempat LDAD ini menghadirkan sesi diskusi yang mempertemukan pandangan global dan lokal mengenai bagaimana arsitektur dapat merespons perubahan masyarakat, lingkungan, dan perkembangan teknologi melalui dialog dan pemahaman.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
“LDAD merupakan kontribusi LIXIL bagi komunitas arsitektur dan desain Indonesia, mencerminkan komitmen kami untuk terus tumbuh bersama industri,” ujar Audrey Yeo, Leader LIXIL Water Technology APAC dikutip dari keterangannya, Jumat, 14 Agustus 2026.
Dalam gelaran tersebut Richard Wood, Managing Director Asia Snøhetta, mengungkap bahwa sebuah karya dapat meninggalkan warisan positif bagi masyarakat lokal melalui pemberdayaan keterampilan dan potensi yang telah ada. Arsitektur bukan sekadar tentang bangunan, tetapi juga tentang menciptakan platform bagi kehidupan publik; hubungan manusia dengan ruang.
Ia juga memperkenalkan proses kolaboratif yang melibatkan berbagai pihak melalui konsep “ecotone”, yang merujuk pada ruang pertemuan antara fenomena-fenomena yang berbeda. Dalam konteks arsitektur, konsep tersebut menggambarkan bagaimana pertemuan berbagai karakter manusia, perspektif, dan keahlian dapat menciptakan ruang baru yang lebih kaya serta mendorong proses perancangan secara kolaboratif.
Perspektif mengenai pentingnya memahami konteks kemudian diperkuat oleh Gregorius Supie, Principal Yolodi+Maria Architects. Ia mengatakan, bentuk arsitektur tidak ditentukan sejak awal melainkan dapat tumbuh dari proses observasi dan pemahaman terhadap kehidupan di sekitarnya. Karena itu, proses desain perlu diawali dengan membaca berbagai aspek di suatu lokasi, mulai dari kondisi alam, kebutuhan, budaya masyarakat, pemilihan material, hingga karakter iklim setempat.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Andra Matin, Principal andramatin studio, menunjukkan bagaimana tradisi, material lokal, dan prinsip arsitektur tropis dapat diterjemahkan menjadi karya kontemporer dalam diskusinya pada sesi ketiga. Penggunaan ventilasi alami, naungan, lanskap, serta ruang sosial menjadi bagian dari strategi desain untuk menciptakan bangunan yang memiliki identitas sekaligus responsif terhadap iklim dan kebutuhan penggunanya.

3 hours ago
1


















