Varese, VIVA – Produsen sepeda motor asal Italia, MV Agusta, kembali menghadapi masa sulit setelah berpisah dari KTM. Perusahaan tersebut dikabarkan mengalami masalah keuangan hingga aktivitas produksi di pabriknya di Varese, Italia, disebut telah terhenti sejak April 2026.
Kondisi tersebut mencuat setelah rencana investasi dari produsen motor China, CFMoto, dilaporkan tidak berlanjut. Sebelumnya, kedua perusahaan disebut telah menandatangani nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MOU) pada Juni 2026 yang membuka peluang CFMoto mengambil 49 persen saham MV Agusta.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Disadur VIVA Otomotif dari Rideapart, Kamis 10 September 2026, kesepakatan tersebut juga disebut mencakup investasi senilai puluhan juta euro untuk melakukan restrukturisasi MV Agusta. Namun, rencana itu kemudian kandas setelah muncul perbedaan terkait tuntutan finansial dalam proses negosiasi.
Masalah pendanaan tersebut menjadi semakin serius karena MV Agusta disebut belum mampu mencapai target penjualan yang sebelumnya dicanangkan. Setelah kembali berdiri independen dari KTM pada 2025, perusahaan menargetkan penjualan sekitar 4.000 unit dan dalam jangka panjang ingin mencapai 10.000 unit per tahun.
Namun, hingga akhir Juli 2026, penjualan MV Agusta dilaporkan baru mencapai 1.238 unit. Angka tersebut membuat target yang pernah dicanangkan perusahaan masih cukup jauh untuk dicapai.
Situasi tersebut juga berdampak pada jaringan distribusi. Sejumlah dealer di Jerman, Austria, dan Swiss dilaporkan mengalami kekurangan sepeda motor baru maupun suku cadang, sementara beberapa pemasok disebut menghentikan pengiriman karena adanya tagihan yang belum dibayarkan.
Produksi di fasilitas Varese bahkan dilaporkan sudah tidak berjalan sejak April 2026. Gangguan rantai pasok akibat persoalan pembayaran disebut menjadi salah satu faktor yang membuat aktivitas manufaktur perusahaan terhenti.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Kondisi ini cukup ironis karena MV Agusta sebelumnya sempat mengalami perbaikan kinerja setelah KTM mengambil 50,1 persen saham perusahaan pada 2023. Setelah KTM sendiri mengalami masalah keuangan dan masuk proses insolvensi pada akhir 2024, kepemilikan MV Agusta akhirnya kembali kepada Art of Mobility pada 2025.
Di bawah KTM, MV Agusta dilaporkan mampu mencatat pendapatan sekitar 133 juta euro dan EBIT positif sebesar 11 juta euro pada 2023. Pada 2024, perusahaan juga disebut masih membukukan pendapatan sekitar 88 juta euro dengan EBIT positif 9 juta euro.
Halaman Selanjutnya
Setelah kembali independen, MV Agusta justru menghadapi tekanan penjualan dan kebutuhan modal baru. Laporan terbaru bahkan menyebut adanya kekhawatiran terhadap sekitar 185 pekerja di perusahaan tersebut apabila masalah pendanaan tidak segera mendapatkan solusi.

3 days ago
6













