Luhut dan Menlu China Wang Yi Rapat soal Investasi, Intip Pembahasannya

3 days ago 11

Minggu, 23 Agustus 2026 - 09:30 WIB

Jakarta, VIVA – Menteri Luar Negeri (Menlu) China Wang Yi bertemu dengan Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) RI Luhut Binsar Panjaitan, pada Jumat, 21 Agustus 2026, di Jakarta, untuk membicarakan iklim investasi perusahaan Tiongkok di tanah air.

"China berharap dan percaya bahwa Pemerintah Indonesia akan menyediakan lingkungan bisnis yang aman, stabil, dan baik bagi perusahaan-perusahaan China," kata Wang Yi, dikutip dari Antara, Minggu, 23 Agustus 2026.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Wang Yi berada di Jakarta pada 20-22 Agustus 2026 untuk menghadiri pertemuan pertama Dialog Strategis Komprehensif (Comprehensive Strategic Dialogue atau CSD) dan juga Pertemuan ke-2 Mekanisme Dialog 2+2 antara menlu dan menteri pertahanan Indonesia dan China.

"China dengan tulus dan sungguh-sungguh membantu Indonesia mempercepat proses pembangunannya, serta mendorong dan mendukung perusahaan-perusahaan China untuk terus berinvestasi dan mengembangkan usaha di Indonesia, membantu Indonesia mengubah keunggulan sumber daya menjadi kekuatan pendorong pembangunan dan kesejahteraan rakyat," ujarnya.

Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan di Kompleks Istana Kepresidenan

Photo :

  • Tangkapan layar YouTube Sekretariat Presiden

Praktik yang terjadi selama ini, ungkap Wang Yi, telah membuktikan bahwa penguatan persahabatan dan kerja sama antara China dan Indonesia tidak hanya secara kuat mendorong pembangunan masing-masing negara, tetapi juga telah menjadi contoh kerja sama saling menguntungkan di antara negara-negara Global South.

"China merupakan mitra kerja sama strategis Indonesia yang dapat dipercaya, punya hubungan jangka panjang, dan stabil dalam pembangunan dan revitalisasi Indonesia," kata Wang Yi.

Saat ini, Wang Yi menyebut bahwa negara-negara Global South tengah mengalami kebangkitan secara kolektif, dimana China serta Indonesia merupakan wakil penting di antaranya.

"Kedua negara secara geografis berdekatan dan perekonomiannya saling melengkapi serta konsisten menjalankan kebijakan persahabatan terhadap satu sama lain. China dan Indonesia memiliki keunggulan berupa momentum yang tepat, kondisi geografis yang menguntungkan, dan keharmonisan antarmanusia untuk semakin memperdalam kerja sama," ujarnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sementara Luhut mengatakan bahwa hubungan Indonesia-China dibangun di atas dasar saling menghormati, saling percaya, dan persahabatan yang mendalam.

"Kerja sama kedua pihak, khususnya investasi perusahaan-perusahaan China di Indonesia, telah memberikan kontribusi positif yang penting bagi pembangunan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Indonesia," kata Luhut.

Halaman Selanjutnya

Dia menyebut, selain memperkuat kerja sama tradisional seperti energi dan mineral, Indonesia juga akan memperluas kerja sama dalam industri-industri baru strategis, seperti energi hijau, kecerdasan buatan, ekonomi digital, dan bioteknologi.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |